Karena ternyata sang penulis cerita trilogi Lord of The Rings, JRR Tolkien, kesulitan menulis bagian terakhir kisah cinta Arwen dan Aragorn itu. Memang semestinya cerita yang berakhir bahagia itu muncul di bagian ketiga trilogi yakni The Return of The King.
Fakta itu muncul dalam sebuah surat pribadi Tolkien kepada penerbitnya, Rayner Unwin, pada tahun 1955. Kini surat-surat Tolkien itu rencananya akan di lelang di Bonhams, Inggris pada 19 Maret mendatang. Surat itu diharapkan bisa laku antara Β£6000-Β£8000 atau Rp 119-159 juta rupiah di pelelangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu bagian surat Tolkien pada Unwin itu adalah cerita Tolkien tentang sahabatnya WH. Auden, penulis puisi kontemporer yang menilai, "Kisah Aragorn dan Arwen itu tidak penting."
Surat itu juga menunjukkan bagaimana Tolkien sempat kesulitan membuat peta dan silsilah keluarga di seri terakhir trilogi tersebut.
Aragorn adalah putra mahkota dari kerajaan Gondor yang akhirnya menjadi raja di bagian terakhir trilogi Lord of The Rings. Aragorn akhirnya bisa mempersunting Arwen, putri peri dari Elrond. Sebagai putri peri kesayangan bangsanya, Arwen harus membuat keputusan sulit. Antara meninggalkan Aragorn yang makhluk fana atau meninggalkan kaumnya.
(utw/utw)











































