Kelinci Kontroversial Dalam Telinga Patung Nelson Mandela

Kelinci Kontroversial Dalam Telinga Patung Nelson Mandela

Firda Puri Agustine - detikHot
Rabu, 22 Jan 2014 12:58 WIB
Kelinci Kontroversial Dalam Telinga Patung Nelson Mandela
(dok.Huffington Post)
Jakarta - Tubuh Nelson Mandela mungkin tak bisa lagi kita lihat. Tapi, sosoknya selalu hadir dalam ingatan. Bahkan, terus mengukir sejarah.

Kabar terbaru yang cukup menghebohkan terjadi di Pretoria, Afrika Selatan, pekan ini. Sebuah kelinci perunggu berukuran kecil ditemukan dalam telinga patung Mandela di the Union Buildings.

Seperti dilansir Independent Online, Rabu (22/1/2014), kehadiran kelinci tersebut menimbulkan kontroversi karena dianggap sebagai pelecehan terhadap salah satu tokoh perdamaian dunia itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Departemen Seni dan Budaya setempat telah menulis surat kepada pembuat patung, Ruhan Janse van Vuuren dan Andre Prinsloo, untuk menghilangkan kelinci secepat mungkin.

Imbauan ini rupanya direspon oleh mereka yang langsung mengirimkan permohonan maaf tertulis. "Kami menerima permintaan maaf mereka dan mereka mengatakan tidak ada niat sama sekali untuk melecehkan," kata Juru Bicara Departemen Seni dan Budaya, Josias Pila.



Andre Prinsloo dan Ruhan Janse van Vuuren mengungkapkan, kelinci itu hanya semacam tanda dari pekerjaan mereka. Kelinci juga menyimbolkan sesuatu yang tergesa-gesa, atau dalam bahasa Afrika disebut 'haas'.

"Tenggat waktu yang singkat membuat kami bekerja keras menyelesaikannya," ujar Andre.

Lebih jauh dia menegaskan, benda kecil ini sebenarnya sangat kecil dan tersembunyi dalam telinga, sehingga tidak mengurangi artistik patung sendiri.

"Bahkan, Anda perlu lensa panjang atau teropong untuk bisa melihatnya (kelinci). Selama proses pencetakan, banyak orang melihat patung itu dari dekat dan tidak ada yang menyadari," katanya.

Patung ini diresmikan oleh Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma pada 16 Desember 2013, atau sehari setelah pemakaman Mandela sebagai bagian dari perayaan tahunan Hari Rekonsiliasi dan Peringatan 100 Tahun Union Buildings.

(fip/utw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads