Selain pameran lukisan dan instalasi seni patung, lembaga kebudayaan milik pemerintah ini berencana mengembangkan sarana infrastruktur. Salah satunya menyediakan ruangan khusus pewarta berita atau media center.
Kepala Galeri Nasional Indonesia Tubagus Andre Sukmana mengatakan pembangunan fasilitas khusus media ditujukan agar penyampaian informasi mengenai seni dan budaya menjadi lebih mudah dan nyaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ruangan media tersebut nantinya bakal dilengkapi sejumlah sarana pendukung seperti akses internet gratis, perlengkapan komputer, hingga berbagai database seniman yang ada di Indonesia.
"Rencananya ruang pers ada di Gedung B Lantai 1 Galeri Nasional," ujarnya.
Berkaitan dengan itu, pihak Galeri Nasional pun merekrut satu orang staf yang khusus membidangi kehumasan atau public relation untuk memperkuat sarana informasi ke masyarakat umum.
Selama ini, urusan informasi dan segala kegiatan promosi tidak dikelola dengan maksimal karena sumber daya manusia yang terbatas.
"Insya Allah ke depan kami akan memiliki humas yang tugasnya nanti berhubungan dengan teman-teman media dan segala hal mengenai informasi yang dibutuhkan publik," kata Andre.
Masih berhubungan tentang informasi publik, Galeri Nasional juga bersiap meluncurkan website online yang berisikan database lengkap seputar hal-hal berbau seni seperti profil seniman dan sejumlah karya yang pernah ditampilkan.
"Kami akan meluncurkan itu, memiliki arsip dan dokumentasi yang bisa diakses secara online oleh masyarakat luas. Kami bekerjasama dengan Indonesia Visual Art Arsip dan secara bertahap akan di-entry. Kami akan masukkan directory seniman di Indonesia secara lengkap," ujarnya.
(fip/fk)











































