Disini ia menyajikan beberapa foto yang ia temukan di tempat-tempat tak terduga seperti kaleng penyimpanan, terkubur dalam plastik dan gudang di rumah. "Karya ini untuk menghormati para leluhur, yang nama dan identitasnya terus memudar dari waktu ke waktu," ujarnya dilansir dari ArtJournal (12/12/2013).
"Disini foto asli saya gambar kembali dan dipadukan dengan beberapa kreasi dari kertas dan menjadikan ini karya seni kontemporer." Pameran solo ini digelar di Denny Gallery, New York, Amerika Serikat. Dibuka pada 12 Desember 2013 dan akan berlangsung hingga 26 Januari 2013.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto-foto ini rata-rata datang dari tahun 1900 - 1950an. Selain untuk menghargai para pendahulu, seniman kelahira tahun 1981 ini mencoba membuat peta fotografi dimana pada masa itu, hampir setiap keluarga memiliki foto perkembangan anak-anak mereka, hingga sampai ke momen lulus perkuliahan.
Karya ini juga coba mendekripsikan bagaimana foto merekam cerita soal imigrasi, kelas sosial, ikatan keluarga dan kenangan.
(ass/tia)











































