Wanita yang akrab disapa Putri ini memang sengaja melakukannya, dalam rangka Jakarta Biennale 2013. Menurutnya, profesi seorang joki 3 in 1 merupakan siasat warga Jakarta dalam hal keuangan.
"Perilaku agak menyimpang dan unik sih menurutku, hanya ada di Jakarta. Aku berpikir gimana yah kalau aku yang masuk ke mobil itu," katanya kepada detikHOT Selasa pekan lalu (19/11/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Ide tersebut dikemukakannya kepada kurator Jakarta Biennale yakni Ade Darmawan. Serta mendiskusikannya. Idenya pun diterima. Selama satu bulan penuh ia menjalankannya.
"Mulai 2 Oktober, aku mulai berakting sebagai seorang joki. Sorenya juga gitu. Trus, malamnya aku nulis buku harian," kata lulusan Institut Kesenian Jakarta Fakultas Seni Grafis ini.
Buku harian dan video tersebut merupakan hasil karya buatannya. Putri mengatakan dengan membuat karya ini banyak sekali suka dukanya.
Di antaranya, ia pernah dibawa oleh Dinas Sosial Pemprov DKI karena dikira benar menjadi joki. "Aku dibawa panti sosial, tapi kayaknya aku perlu surat ijin dari Jakarta Biennale deh."
Setelah itu, Dinas Sosial justru mendukungnya dan memberikan banyak data bagi pamerannya. Ketika detikHOT menanyakan, apa kejadian paling unik?
Baginya, ia ingin sekali naik mobil Alphard. "Tapi enggak ada yang berhentiin aku buat naik Alphard, ha..ha..ha," ujarnya sembari tertawa.

Di pameran kali, ia membuat bagian karyanya berbentuk seperti kotak. Di tengahnya terdapat jadwal Putri menjadi joki. Sedangkan di sisi kanan dan kirinya terdapat puluhan gaya wanita dengan pakaian apa pun, yang bisa ditempelkan pengunjung.
Di bagian tengahnya merupakan inti dari karya Putri. Ia membuatnya laiknya kamar. Di sana ada televisi yang memutar videonya. Serta buku harian yang bebas dibaca para pengunjung.

(tia/utw)











































