Dinar Karina Gabungkan Balet-Jazz dan Tarian Tradisional Indonesia

Sekolah Balet di Indonesia (5)

Dinar Karina Gabungkan Balet-Jazz dan Tarian Tradisional Indonesia

Astrid Septriana - detikHot
Senin, 25 Nov 2013 14:40 WIB
Dinar Karina Gabungkan Balet-Jazz dan Tarian Tradisional Indonesia
Dinar Karina (Astrid Septriana/detikHOT)
Jakarta - Koreografer senior di Indonesia yang menangani pagelaran NYD bertajuk '8' adalah Dinar Karina, 51 tahun.

Dinar belajar balet sejak usia lima tahun di sekolah balet Namarina. Ia salah satu generasi yang masih diajar oleh pendiri Namarina, Nanny Lubis.

Lulus dari Namarina dia sempat belajar balet di London. Lulus dari London, Dinar kembali lagi ke Namarina untuk mengajar hingga menjadi seorang kepala bidang Jazz di Namarina.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia yang telah menangani banyak koreografi untuk berbagai pertunjukan balet jazz ini, telah membuat koreografi sejak tahun 1983.

Kini setelah 46 tahun berkecimpung di dunia balet, Dinar semakin yakin inilah passion-nya. "Saya ingin kita punya sebuah dance company ciri khas Indonesia. Yang bisa berbunyi di dunia balet internasional," katanya.

***

Proses penggodokkan ide koreografi di '8' pada Dinar sendiri sudah ia mulai sejak Juli 2013.
Dinar menjelaskan bahwa tiap koreografer punya cara masing-masing dalam menggodok konsep.

Ada yang menentukan pola geraknya lebih dulu dan kemudian berkolaborasi dengan pemusik. Sementara kalau ia pribadi, lebih cenderung mendapat inspirasi gerak dari lagu yang ia dengarkan.

"Koreografi adalah sebuah ciptaan dalam bentuk tari yang mempunyai konsep atau tema, baik dari segi rangkaian, pola lantai maupun musiknya," jelas Dinar kepada detikHOT (22/11/2013) di Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta Pusat.

Di balet klasik ia menjelaskan bahwa gerakannya sudah baku. Sementara di Jazz lebih bebas. "Saya bisa bilang ciri khas saya jazz yang tetap berakar pada balet, karena latar belakang saya sekolah balet."

Dalam pementasan '8', ia membuat karya koreografi bernama Jegeg, artinya cantik dalam bahasa Bali.
Dinar memang terinspirasi budaya Bali.

Dinar mencoba menggabungkan gerakan balet pada bagian pinggang ke bawah, sementara pinggang ke atasnya Indonesia.

"Dalam tarian Indonesia pada umumnya, banyak menggunakan badan bagian atas. Kakinya tidak banyak bermain, sedangkan di balet itu banyak menggunakan pinggang ke bawah."

***

Selain Jegeg, karya Dinar di pementasan 8 adalah Identity. Ini bercerita soal proses mencari jati diri tiap pribadi.

"Maknanya juga bisa seperti Indonesia yang punya begitu banyak budaya, suku, tapi masing-masing tetap bisa menyatu dengan harmonis," kata Dinar.

Tetap koreografi tentu punya tantangan sendiri-sendiri. Termasuk dalam karyanya, Dinar mengatakan para penari punya tanggung jawab menyampaikan pesan kepada penonton lewat teknik gerak, penghayatan, ekspresi dan lainnya.

Penari-penari NYD kali ini harus membawakan semua konsep dari tiga orang koreografer. Bagi Dinar, ini akan sangat memperkaya wawasan penari dan penonton. Penari mendapat kesempatan untuk membawakan gaya-gaya yang berbeda dari yang biasa dibawakan oleh residen koreografer.







(ass/utw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads