Seperti dilansir dari situs Cresford, museum yang didirikan tahun 1920 oleh Gertrude Vanderbilt Whitney ini awalnya merupakan hanya sebuah galeri seni. Dari banyaknya arsitek, hanya Renzo Piano yang dipilih sebagai desainer galeri.
Ia dipercaya berhasil menciptakan ruang hidup dari semua koleksi karya seni di dalamnya. Perusahaan Renzo Piano Building Workshop ini telah berpengalaman bekerja dalam berbagai proyek di Eropa dan Amerika Serikat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di antaranya, Jembatan Menara London, EMI Music France, dan Gedung New York Times. Museum The Whitney ini berada di distrik galeri terbesar di dunia. Serta terletak di taman tinggi yang disebut High Line Park dan menghadap Jalan Gansevoort.
Desain bangunannya tidak membuat arsitektur yang modern, melainkan menyatu dengan alam. Di bagian lantainya akan terdapat bebatuan alam dan jendela setinggi langit-langit.
Pihak konstruksi sengaja membuatnya penuh dengan cahaya dan udara masuk. Di sana juga akan terdapat banyak tempat duduk bagi pengunjung.
Sedangkan ruang pameran di dalam museum akan seluas 18 ribu meter persegi. Rencananya, museum ini akan menjadi yang terbesar di kota New York.

Lebar bangunan sudah diperluas. Dari yang awalnya hanya mencakup 2.000, kini bisa terdapat karya lebih dari 19 ribu.
Sedangkan karya setinggi 25.000 kaki juga bisa dipajang sebagai pameran permanen. Museum ini akan dibuka dua tahun mendatang.
(dtrv/utw)











































