Jatiwangi Art Factory Menebar Seni di 16 Desa

Program Publik Jakarta Biennale - Siasat (5)

Jatiwangi Art Factory Menebar Seni di 16 Desa

Astrid Septriana - detikHot
Jumat, 08 Nov 2013 12:58 WIB
Jatiwangi Art Factory Menebar Seni di 16 Desa
Dok. Tim Dokumentasi Jakarta Biennale 2013
Jakarta -

Seni bukan hanya milik orang kota. Barangkali ini tepat diungkapkan, ketika melihat pergerakan sebuah organisasi nirlaba Jatiwangi Art Factory atau disingkat JAF.

Organisasi in telah berdiri sejak 27 September 2005, di desa Jatisura, Jatiwangi-Majalengka, Jawa Barat dan bergerak pada kajian kehidupan lokal melalui program seni.

JAF menjalankan program seperti festival seni, residensi seniman domestik dan mancanegara, lokakarya, penelitian, pameran, kolaborasi antara seniman dan masyarakat setempat, siaran radio dan televisi komunitas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Secara tatanan sosial, Jatiwangi terdiri dari 16 desa yang terus coba terus berkembang. Ini yang mendasari kami untuk terus mengamati segala perubahan di masyarakat pedesaan khususnya Jatiwangi," kata Ismal Muntaha, anggota JAF kepada detikHOT.

Selain itu, JAF juga mempunyai Festival Residensi, Festival Video Residensi dan Festival Musik Keramik tiap dua tahunan. "Kegiatan ini mengundang seniman dari berbagai disiplin ilmu dan negara untuk tinggal, berinteraksi, bekerjasama dengan warga desa."

"Selama 8 tahun berdiri kami coba memetakan kembali potensi kehidupan lokal melalui berbagai aktifitas dengan pendekatan seni dan budaya," kata Ismal.



Dengan itu mereka menyimpulkan bahwa transformasi pengetahuan menjadi bagian penting dalam menumbuhkan kembali kearifan lokal sebagai investasi sebuah tatanan kehidupan masyarakat.

"Pemetaan itu coba kami terjemahkan dalam berbagai program di berbagai bidang, diantaranya program Residensi Seniman," ujar Ismal.

Program Residensi sendiri sudah dimulai sejak 2006. Serta terbuka bagi seniman lokal dan internasional atau bidang profesi lain yang tertarik untuk membuat karya, dialog, workshop dan penelitian.

"Mereka akan tinggal dan bekerja bersama dan dituntut untuk berkolaborasi dengan penduduk setempat melalui workshop atau penciptaan karya selama mereka ada disini," ujarnya.

Hingga tahun ini lebih dari 40 negara datang dan tinggal di Jatiwangi. "Mengundang tamu datang merupakan salah satu cara agar kami terus terjaga dan untuk selalu membuat rumah kami tetap nyaman."

Program residensi ini bertujuan untuk mengundang seniman, menghubungkan, kemudian mengabarkan kembali. Ismail mengatakan residensi diharapkan menjadi motor penggerak di kegiatan JAF lainnya.

Khusus di Jakarta Biennale tahun ini, JAF ikut terlibat dan pada 2011 silam, mereka juga pernah menjadi partisipan.

(utw/utw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads