"Usia seni menunjukkan bagaimana praktek dunia digital bisa dijadikan berbagai alat dan produk kesenian," kata kurator pameran Ronald Labaco seperti dilansir dari Daily Beast.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya menyebut mereka sebagai orang-orang yang cerdas teknologi. Mereka tidak akan membuatnya menjadi sederhana. Tapi mempadukan antara mesin dan digital atau juga disebut computer numerically controlled (CNC)," ujarnya.
Percetakan tiga dimensi ini juga ikut berperan. Para seniman memilih untuk fokus dalam tiga praktik utama yaitu percetakan, mesin CNC, dan digital.
Termasuk produk dari fashion dan tekstil ke desain furnitur dan arsitektur. Pameran ini dibagi menjadi enam bagian berdasarkan desain dasar dan inspirasi dari objek.

Seperti karya Barry X Ball berjudul 'Perfect Forms.' Ia mulai dengan produk tiga dimensi yang terbuat dari perunggu asli yang diubah menjadi setiap lekuk, garis, dan tepi dan memakan waktu pembuatan tiga tahun.
Selain itu, juga terdapat karya Tamae Hirokawa berjudul 'Somarta'. Ia memproduksinya seperti bodywear berkualitas tinggi yang terbuat dari bahan rajut. Ia memastikannya produknya dibuat dengan sempurna.
Karya interaktif lainnya adalah karya berbentuk kursi yang dinamakan 'Bone Chair' karya Joris Laarman. Ia membuatnya dari keramik tiga dimensi. Serta terinspirasi oleh alam dan juga seni bergaya Nouveau pada era 1960an.
(utw/utw)











































