detikHot

Bermain di Kandang Jurank Doank (5)

Ada Menara Sutet di Museum Dik Doank

Kamis, 17 Okt 2013 14:32 WIB - detikHot
Koleksi sepeda mesin Dik Doank (Tia Agnes/detikHOT) Koleksi sepeda mesin Dik Doank (Tia Agnes/detikHOT)
Jakarta - Apa yang Anda bayangkan ketika mendengar nama museum? Apakah bangunan jadul menakutkan dan barang-barang kuno yang membuat siapa pun yang berkunjung bosan?

Namun tidak di Museum Karya Pustaka Kandang Jurank Doank, Ciputat, Tangerang Selatan. Bangunan yang selesai dibangun 2008 lalu ini berisikan segala hasil karya dari Dik Doank dan murid-muridnya.

"Di sini ada karya-karya Om Dik, lukisan dan instalasi tiga dimensinya, karya menggambar anak-anak, dan juga benda-benda perjalanan Om Dik," kata staf pengajar Kandang Jurank Doank, Indah Nirmala.



Bangunan museum yang menjadi satu dengan kantor, aula, dan ruang multimedia ini dibuat dengan arsitektur atraktif. Di dalamnya juga terdapat dua ruang perpustakaan dewasa dan anak-anak.

"Lukisan Om Dik kebanyakan temanya anak-anak dan ada seni instalasinya. Jadi enggak stuck di lukisan saja," ujar Indah.

Sosok pendiri sekolah alam tersebut, kata Indah, memang peduli dengan pendidikan anak-anak. Seperti lukisan anak-anak sekolah yang naik di atas mobil bak terbuka.

Di depan lukisan yang didominasi warna merah tersebut, Dik Doank membuat meja belajar senada. "Ini menunjukkan kalau naik ke mobil baik terbuka berbahaya lho."

Di seberangnya terdapat lukisan anak-anak memegang bola. Di belakangnya, banyak gedung-gedung pencakar langit. Ia pun menggantung kaos Del Piero dan Bambang Pamungkas.



Kaos Bambang didapatkannya ketika ia berkunjung ke KJD dan sempat bermain bola dengan murid-muridnya.

Sedangkan kaos milik pemain bola asal Italia, Alessandro Del Piero diperolehnya karena membintangi minuman berenergi. Ia bertemu Del Piero bertepatan dengan event FIFA World Cup 2002 Korea-Jepang.

Tak hanya itu saja, gambar karya murid-murid Dik Doank juga ditempel di dinding. Seperti gambar dengan tema 'transportasi masa depan,' boneka kayu Jepang, berbagai gambar tangan di tembok, gambar di ubin, dan sebagainya.

Instalasi unik lainnya juga terdapat di bagian langit-langit museum. Di atasnya terdapat belasan sangkar burung berwarna hitam yang digantung. "Ini sebagai simbolisasi dari cinta dari kata 'kandang'," ujar Indah.



Menuju ke ruangan berikutnya di museum, Anda akan sampai ke ruang instalasi bernama Menara Sutet atau Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi.

Karya tiga dimensi berbentuk piramida itu bergambarkan anak-anak sedang bermain tersebut dilapisi dengan kaca-kaca art deco.

Di sisi-sisi piramida jika dilampu dinyalakan akan muncul cahaya merah yang menggambarkan bahaya bermain di arena sutet.



Di setiap sisi ruangan juga ada kaca senada. Bagian atasnya menggantung gambar origami berbentuk burung.

"Menara Sutet ini menggambarkan sudah semakin miskinnya lahan anak-anak untuk bermain. Radiasinya juga membahayakan penduduk."

Selanjutnya, di ruangan terakhir berisikan koleksi sepeda mesin milik Dik Doank. Lulusan desain grafis IKJ ini sengaja menyusunnya meningkat hingga ke mesin motor dengan bentuk mirip masa kini.










(utw/utw)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com