Kini, Lagu Sinetron Hanya Menjadi Pelengkap

Lagu Sinetron di Era Kejayaan 1990an (9)

Kini, Lagu Sinetron Hanya Menjadi Pelengkap

- detikHot
Rabu, 09 Okt 2013 15:44 WIB
Kini, Lagu Sinetron Hanya Menjadi Pelengkap
Jakarta - Banyaknya televisi swasta dan makin ketatnya pertumbuhan bisnis hiburan, menjadikan perubahan dalam kultur kreasi lagu sinetron.

"Kecepatan fungsi jadi cepat, proses kreatif jadi industri. sinetron sekarang kan sudah komersil," kata pencipta lagu Chossy Pratama kepada detikHOT.

Artinya, lagu sinetron masa kini hanya menjadi pelengkap. Berbeda halnya dengan era 1990an yang berasal dari ide cerita sinetronnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seharusnya memang antara industri dan proses kreatif berjalan seimbang. Harus ada balancelah, sekarang terlalu berat ke industri," ujarnya.

Chossy yang sudah menciptakan sekitar 400an lagu sampai kini menjelaskan kriteria lagu masa kini bukan keahliannya. "Sudah ada banyak pencipta lagu dan komposer. Saya yah sudah enggak banyak buat lagi."

***

Selain membuat lagu-lagu sinetron, ia juga membuat musik bagi sinetron religi. Di antaranya 'Lorong Waktu' yang ditayangkan di televisi swasta dan disutradarai oleh Dedi Mizwar. Serta 'Kiamat Sudah Dekat'.

Ia mengatakan mendapatkan ide-idenya dari berbagai buku sufi yang sering dibacanya. Seperti karya Jalaluddin al Rumi, Khalil Gibran, prosa Syekh Abdul Qadir Jaelani.





"Yah sekarang kalau yang pesan lagu, hayuk saja. Tapi mungkin lebih banyak ke pop dan R&B yah. Terakhir saya ngurusin yang album Tribute untuk Chossy Pratama dari Tata Liem-Ozy Saputra," ujar pria yang mempunyai studio di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

(utw/utw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads