Menanam Pohonpun Rieke dan Donny Pilih Yang Antik

Mengulik Rumah Rieke Diah Pitaloka (6)

Menanam Pohonpun Rieke dan Donny Pilih Yang Antik

- detikHot
Selasa, 01 Okt 2013 15:43 WIB
Menanam Pohonpun Rieke dan Donny Pilih Yang Antik
Jakarta - Salah satu bagian rumah yang cukup jadi kebanggaan Rieke adalah tamannya yang jadi pemandangan teduh dilihat dari pendopo rumahnya. Rieke dengan semangat menunjuk ke arah pohon kelapa yang menjulang tinggi.

"Itu pohon kelapa gading, setiap hari saya minum air kelapa itu, segar banget," ujarnya. Dengan nuansa hijau yang mampu memanjakan mata-mata urban itu, tentu tak terhitung ada berapa jenis tanaman dan pohon yang hidup disana.

Walau bila dilihat sejenak, tanaman dan pepohonan disini telah tampak selaras. Menurut Rieke, tanaman dan halaman itu belum ia garap sepenuhnya. Tapi ia menjelaskan pohonnya ia coba sesuaikan dengan tema bangunan tua dan kuburan yang menjadi obsesinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



"Disini ada pohon delima, pohon asem, pohon belimbing wuluh. Pokoknya pohon yang jadul-jadul juga," kata Rieke. Aroma bunga kamboja yang menguar kuat juga sengaja ia rawat, konon setiap malam aroma kamboja yang sedang berbunga itu semakin santer.

Ia juga menjelaskan ada sebuah pohon dirumahnya, yang ia sendiri lupa namanya. Namun pohon ini sering ada dirumah tua, berbuah seperti biji saga namun tak ada warna hitamnya. Rieke bercerita, pohon itu berasal dari buah yang ia pungut dari sebuah rumah tua. "Lalu saya tebar, eh ternyata jadi."

Di pekarangan yang luas ini tak tampak satupun hewan peliharaan seperti kucing atau anjing. Pasangan Rieke dan Donny memang tak mau memelihara hewan tadi.

Donny sendiri lebih memilih untuk memelihara ikan koi. Saat sedang hobi ikan koi, ia membuat kolam di pekarangannya. Kemudian beberapa ikan ia lepas di kolam berbeda yang ada di bibir rumah induk.

"Kalau ikan anak-anak kan juga masih bisa main-main." Ikan koi Donny juga sempat mengikuti pertandingan. Namun beberapa diantaranya sudah dihibahkan ke orang lain.

Tanpa sengaja memelihara hewanpun Rieke bercerita bahwa di rumahnya setiap pagi dan sore selalu banyak burung gereja yang datang dan hinggap di atas rumahnya. Ini menambah keelokan rumahnya.

***

Pilihan tanah di Depok juga memiliki alasan khusus. Salah satunya adalah karena pasangan ini memang sudah terbiasa dengan lingkungan Depok dan dekat dengan wilayah kampus Universitas Indonesia. "Depok juga udaranya enggak sepanas Jakarta. Disini juga enggak ada industri, jadi udara an air tanahnya masih bagus," kata Rieke.

Dengan kerimbunan pohon dan udara yang bisa dibilang masih bersih, Rieke mendesain rumahnya kaya akan jendela yang besar, dihiasi tralis-tralis kayu. Jendela ini senantiasa dibuka lebar. "Agar udara di dalam rumah tetap sejuk, jadi tidak bergantung dengan AC juga."



Jendela ini tidak ia lengkapi dengan kaca, seperti kebanyakan orang. Baik pagi, siang, sore maupun malam hari, jendela ini bisa dibiarkan terbuka dan membuat pertukaran udaranya tetap sehat. Untuk mencegah nyamuk yang datang di kala senja, Rieke mengakali jendela yang dilengkapi dengan kawat nyamuk yang halus.


(utw/utw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads