Apakah ia sedang berhubungan seks dan sengaja ditutup oleh tirai? Itulah yang dilakukan oleh seniman kelahiran Swedia, Eva Stenram. Menurutnya, gambar erotis dan pornografi adalah beberapa bentuk seni visual yang paling kuat.
"Mereka (foto-foto) itu selalu memicu reaksi. Bagi saya, gambar ini menarik karena secara eksplisit terdapat imajinasi dan fantasi bagi siapa saja yang melihatnya," katanya seperti dilansir dari Huffington Post, Rabu (18/9/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Manipulasi ini tidak mengubah makna dari gambar erotis. Saya hanya sedikit condong ke arah sana. Foto ini membuat kita penasaran, apakah ada kesenangan di dalamnya," ujarnya.
Proses pembuatannya sama sekali tidak menggunakan model. Tapi ia menggabungkan beberapa foto yang diambil dari tempat dan waktu yang berbeda. Stenram ingin menjelaskan makna dari 'tidak berpura-pura dan tampak nyata seperti aslinya.'
Kemudian, ia menscan beberapa gambar dan menyatukannya. Untuk tirai, awalnya hanya berfungsi sebagai latar belakang foto saja.
Karyanya kali ini terinpsirasi pada gambar gadis yang berpose menyandar ke dinding dengan teknik fotografi era 1950an dan 1960an. Ia juga pernah menemukan gambar serupa di Majalah pria bernama Cavalcade di akhir 1960an.
"Saat itu, tirai digunakan fungsinya untuk menggantungan 'model' agar terlihat lebih erotis," ujar Stenram.
Sebelumnya, ia juga pernah mengerjakan proyek gambar pornografi di dalam hutan. Ke depannya, ia akan mengadakan solo pameran dari 21 September sampai 17 November di Galeri Pobeda, Moskow.
(utw/utw)











































