Mall di Jakarta Seharusnya Bisa Menjadi Ruang Seni

Seni Ruang Publik (2)

Mall di Jakarta Seharusnya Bisa Menjadi Ruang Seni

- detikHot
Rabu, 18 Sep 2013 08:30 WIB
Mall di Jakarta Seharusnya Bisa Menjadi Ruang Seni
Ikaputra
Jakarta - Banyaknya pusat perbelanjaan maupun gedung pencakar langit di Jakarta, seharusnya bisa digunakan sebagai ruang seni. Sayangnya, tak banyak yang mampu menyediakan wadah tersebut.

"Terus terang kalau di Jakarta, mall seharusnya bisa menjadi public space terbesar untuk public art," kata Dosen Arsitektur UGM Ikaputra kepada detikHOT di Japan Foundation Jumat (13/9/2013).

Menurutnya, jika para pemilik mall tersebut merasa memiliki kotanya, lebih baik mall dijadikan sebagai kegiatan untuk berkesenian. Justru, ruang publik yang baru efisien sekarang ini hanya taman kota.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



"Kenapa mall itu penting? Karena ia banyak mengambil lahan di kota ini. Gedungnya tinggi-tinggi. Kalau taman di dalam mall lalu sebagai public art yang gratis itu lebih bagus," ujarnya.

Di Jepang, kata peneliti bidang perencanaan kota dan lingkungan ini, biasanya di dalam mall terdapat taman yang luas. Sekaligus bisa diakses oleh siapa pun yang ingin masuk.

Ia melanjutkan jika secara kualitas eksklusif gedung pusat perbelanjaan di Jakarta dan Jepang mempunyai kualitas yang sama. Namun perbedaannya terletak di perhatian akan pentingnya seni dan ruang publik dari pemerintah, seniman, dan pengelola mall.

Hal yang sama juga dikatakan pengajar jurusan Teknik Arsitektur UGM, Dyah Titisari. "Mall itu adalah ruang publik yang semu. Ruang itu tak benar-benar bebas karena terbatas waktu dan materi ekonomi si warga," katanya kepada detikHOT.

Di Jepang, sebuah mall di bagian atapnya bisa terdapat ruang bermain rollercoaster. Menurutnya, seniman Jepang sangat memikirkan detil dan menyelesaikan setiap karyanya dengan maksimal.

"Kelihatan sekali ketika karyanya jadi. Mereka sangat memikirkan estetika dan fungsionalnya. Dikemasnya sangat rapi dan kreatif sekali," katanya.

Di Yogyakarta sudah ada ruang publik yang biasa digunakan untuk pameran seni rupa warganya. Jakarta pun bisa melakukan hal tersebut. Tapi, kata Dyah, mungkin ide-idenya saja yang masih kurang kreatif. Serta peran pemerintah yang belum mendukung sepenuhnya.




(utw/utw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads