Setidaknya ada dua hal yang membuat pertunjukan Teater Gandrik kali ini istimewa. Pertama, mereka akan mementaskan naskah yang ditulis oleh penyair dan eseis Goenawan Mohamad. Kedua, naskah tersebut diangkat dari komik superhero 'Gundala Putera Petir' karya komikus Hasmi yang populer di era 70-an.
Lakon berjudul 'Gundala Gawat' itu telah dipentaskan di Concert Hall, Taman Budaya Yogyakarta, 16 dan 17 April lalu, dan akan menyapa penonton di Jakarta di Graha Bakti Budaya, TIM, 26 dan 27 April akhir pekan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang lebih menarik, pencipta komik Gundala, Hasmi juga akan turut naik panggung memerankan dirinya sendri. Tanpa meninggalkan ciri kreatifnya dengan menghadirkan elemen-elemen tradisional, kali ini Gandrik menghadirkan ingatan penikmat komik pada tokoh-tokoh superhero lokal melalui eksekusi visual multimedia berupa penyajian karya animasi yang digarap oleh animator Anis Eko Windu.
Lakon 'Gundala Gawat' merupakan ekspresi kegemasan para superhero atas terjadinya berbagai kejahatan, utamanya kejahatan korupsi. Hasmi, pencipta tokoh Gundala, mengundang para superhero seperti Aquanus, Pangeran Melar, Sun Bokong, Jin Kartubi untuk bersekutu menyelamatan negeri yang eksistensinya terancam. Mereka bersatu padu di Pusat Pengerahan Tenaga Superhero. Bahkan Hasmi menciptakan tokoh superhero baru bernama Agen X-9, untuk bersama-sama melawan Gerombolan Harimau Lapar. Siapa mereka?
Perhatikan jadwal pertunjukannya. Hari pertama, Jumat (26/4) digelar pukul 20.00 WIB, dan hari kedua, Sabtu (27/4/) dipentaskan dua kali, pukul 14.00 dan 20.00 WIB. Aadapun harga tiket dari Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu.
(mmu/mmu)











































