Wayang climen? Wah, wayang apalagi itu? Setelah sukses dengan inisiatif bernama wayang kampung sebelah, inilah proyek terbaru dalang asal Solo Ki Jlitheng Suparman. Wayang climen dengan lakon 'Nirasmara' akan menjadi salah satu sajian dalam Festival Salihara ke-4.
Dibuka Sabtu (22/9/2012) lalu dengan pertunjukan musik yang menampilkan Sir Dandy dan Kunokini, serta repertoar 'Glimpse: Music for Drums and Mixed Ensemble' oleh Aksan Sjuman, festival akan berlangsung hingga 24 Oktober. Semua pertunjukan dalam rangkaia festival tersebut digelar di kompleks komunitas Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Festival Salihara 2012 menampilkan serangkaian pertunjukan dari musik, tari, teater hingga wayang. Dibagi dalam Program Utama dan Program Pendamping, sebagian dari pertunjukan tersebut dibuka gratis untuk umum. Misalnya pentas musik yang menampilkan band asal Bandung, Homogenic di Serambi Salihara, Sabtu (6/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan wayang climen dengan lakon 'Nirasmara' oleh dalang Ki Jlitheng Suparman yang sudah disebutkan di awal tadi digelar pada Kamis & Jumat (27-28/9/2012) pukul 20.00 WIB di Galeri Salihara. 'Nirasmara' adalah lakon Yunani rasa Jawa, diadaptasi dari 'Lysistrata' karya Aristophanes dari khasanah Yunani klasik.
Masih banyak lagi pertunjukan lainnya, dari seniman-seniman dalam dan luar negeri. Dari dunia teater akan tampil Saturday Acting Club dari Yogyakarta dan kelompok Philosopher's Photo dari Australia. Sedangkan dari panggung tari antara lain ada Susanna Leinonen Company dari Finlandia dan Nan Jombang Dance Company dari Padang.
(mmu/mmu)











































