Berkolaborasi dengan Teater Kafe Ide Untirta, Teater Studio akan menggelar pertunjukan berjudul 'Bionarasi Tubuh Terbelah' di halaman Galeri Nasional, Jakarta, Jumat (16/12/2011) pukul 20.00 WIB.
Bersesuaian dengan tema Jakarta Biennale kali ini, 'Maximum City: Survive or Escape?', pertunjukan tersebut akan menggambarkan pentingnya tubuh kota yang keras. Kerasnya tubuh kota menjadi penting untuk melahirkan manusia-manusia yang menjadi individu-individu tegak sebagi pribadi, sebagai subjek kokoh dan tahan banting.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dilandasi hubungan antara seni dan kota yang saling mempengaruhi, acara semacam ini juga menjadi tolok ukur kemajuan suatu kota atau suatu bangsa," ujar Direktur Eksekutif jakarta Biennale#14.2011 Renjani Damais-Arifin.
Menghadirkan karya-karya seniman dari dalam dan luar negeri, Jakarta Biennale digelar tersebar di taman kota, museum, mall dan jalan raya hingga 15 Januari 2012. Namun, berbagai fringe events dan parallel events telah digelar sejak Juli 2011. Pameran yang dibuka di Galeri Nasional semalam merupakan satu dari 3 main events yang digelar.
Dua lainnya di Taman Ismail Marzuki dan Central Park. Karya-karya indoor tersebut didominiasi oleh instalasi. Di Galeri Nasional misalnya, dipamerkan karya instalasi dari 55 seniman lokal dan 17 seniman internasional yang dibagi dalam 4 wilayah tema: Violence and Resistance; Narcisism, Voyeurisme and The Body; Game, Leisure and Gadget Vicktim; dan Metro-Text Seductions.
(mmu/mmu)











































