Lakon 'Mimpi', yang memadukan teater, musik dan tari akan menafsirkan mimpi tak hanya sebagai perjalanan saat manusia tidur. Ada makna lain dari mimpi, sebuah perjalanan untuk menggapai harapan, tujuan dan pencapaian eksistensi jiwa sebagai manusia dengan segala hasratnya.
Sosok dan citraan akan berpadu dalam 'Mimpi', dari tokoh orang buta, pendeta hingga lambang-lambang seperti bulu putih, batang bambu dan telor. Cinta bertemu duka, kematian dan kelahiran, kebahagiaan dan pengharapan akan dileburkan untuk memberikan jejak kedalaman jiwa bagi setiap yang menyaksikan pementasan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teater Tetas termasuk salah satu teater tertua di Jakarta. Berdiri pada 30 September 1978, tahun ini Tetas ditinggal pergi pimpinannya untuk selama-lamanya, yakni AGS Arya Dipayana yang akrab disapa Aji. Pementasan 'Mimpi' melanjutkan kerjasama antara Tetas dengan Werner yang sudah dirintis oleh Aji, sekaligus untuk mengenangnya.
(mmu/mmu)











































