Film 'Lewat Djam Malam': Manusia Indonesia Pasca Revolusi

Is Mujiarso - detikhot
Kamis, 21/06/2012 11:26 WIB
Halaman 1 dari 2
http://us.images.detik.com/content/2012/06/21/218/lewatdjammalam-dlm.jpg
Jakarta -
Mulai hari ini, karya Bapak Perfilman Indonesia Usmar Ismail 'Lewat Djam Malam' (1954) yang telah direstorasi diputar di bioskop di Jakarta dan Bandung. Sebelumnya, film ini telah diputar di National Museum of Singapore, dan di sesi Cannes Classics di Festival Film Cannes, Prancis, Mei lalu.

Film ini menampilkan bintang yang terkenal saat itu, Bambang Hermanto sebagai salah satu pemeran pendukung. Adapun peran utama dipercayakan kepada aktor bernama AN Alcaff dan aktris bernama Netty Herawati. Pemeran pendukung lainnya adalah aktris bernama Dhalia yang menjadi pencuri perhatian di film ini.

Naskah cerita dan skenario film ini ditulis oleh Asrul Sani, yang di kemudian hari dikenal sebagai filmmaker dan sastrawan besar. Latar ceritanya mengambil lokasi di Bandung, sepuluh tahun setelah Indonesia mengumumkan kemerdekaan. Kala itu, situasi sosial dan politik masih tidak menentu, dan tentara memberlakukan aturan jam malam.

Dengan gaya yang mengingatkan kita pada film-film noir yang kelam, 'Lewat Djam Malam' dibuka dengan langkah kaki di jalanan yang basah oleh sisa air hujan. Sepasang kaki itu awalnya melangkah perlahan saja, namun lama-lama semakin cepat. Kamera lalu menyorot wajah pemilik sepasang kaki itu, seorang lelaki muda yang kusut dan letih.

Lelaki itu mempercepat langkahnya karena ada serombongan tentara yang mengejar. Rupanya, waktu sudah melewati batas jam malam. Orang tidak boleh berada di luar rumah. Namun, lelaki itu berhasil meloloskan diri dari kejaran tentara, dan masuk ke sebuah rumah besar dengan selamat. Di rumah itu, ia disambut seorang perempuan yang telah menunggunya dengan cemas.

Lelaki itu bernama Iskandar (diperankan AN Aclaff), dan baru pulang dari medan perang. Ia meninggalkan ketentaraan untuk "kembali ke masyarakat". Ia pulang ke rumah pacarnya, Norma (Netty Herawaty). Keesokan harinya, sang calon mertua mencarikannya pekerjaan di kantor gubernur di Gedung Sate, namun hari itu juga ia dipecat.

Iskandar pun kemudian menemui teman seperjuangannya, Gafar (Awaludin) yang kini jadi pemborong bangunan. Namun, dengan Gafar ia juga merasa tak cocok. Lalu, ia menemui Gunawan (Rd Ismail), bekas komadannya. Hasilnya malah lebih buruk, Iskandar muak melihat Gunawan yang kini telah jadi bos perusahaan.   Next »

Halaman 12

(mmu/mmu)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!
Baca Juga
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


MustRead X