ADVERTISEMENT

Kesha dari Penyanyi TikTok Kini Jadi Pemburu Hantu

Atmi Ahsani Yusron - detikHot
Selasa, 26 Jul 2022 15:27 WIB
SAN DIEGO, CALIFORNIA - JULY 23: Kesha speaks onstage at the Discovery+
Keisha TikTok Foto: Getty Images/Jerod Harris
Jakarta -

Nama Kesha awalnya dikenal sebagai penyanyi yang populer dengan sederet lagu seperti Tik Tok, Dinosaur, hingga We R Who We R. Kesha mengawali kariernya di tahun 2009 lewat sebuah single kolaborasi dengan Flo Rida sebelum akhirnya merilis single debutnya Tik Tok yang meroket di chart kala itu. Lebih dari satu dekade bermusik, Kesha menjajal karier baru di industri hiburan: menjadi seorang pemburu hantu.

Tentu saja ini bukan sebuah karier sungguhan. Kesha sedang terlibat dalam sebuah proyek reality show untuk Discovery+ berjudul Conjuring Kesha. Di sini, Kesha bersama teman-temannya melakukan aktivitas paranormal di lokasi-lokasi yang populer berhantu di seantero Amerika Serikat.

Sepanjang sejarah pertelevisian, acara serupa memang sudah banyak diproduksi dan selalu populer. Selama beberapa tahun belakangan ini, tayangan BuzzFeed Unsolved: Supranatural jadi salah satu yang populer di YouTube.

Lewat Conjuring Kesha, sang penyanyi mengundang sederet bintang tamu untuk mengeksplor tempat horor bersama. Nama-nama seperti Betty Who, Whitney Cummings, Jojo Fletcher, Big Freedia, GaYa, dan Karen Elson dihadirkan dalam setiap episode di musim pertama ini. Masing-masing selebriti menemani Kesha di satu episode penuh.

Conjuring Kesha sendiri adalah perpanjangan dari podcast horor Kesha yang berjudul Kesha and the Creepies. Discovery+ kemudian memproduksi reality show dari podcast tersebut dengan mengajak Kesha berkeliling tempat horor di Amerika Serikat. Kesha sendiri juga terlibat sebagai produser eksekutif buat acara ini.

Dari Bloody Brushy dan Antoinette Hall yang angker di Tennessee hingga Westerfeld House di San Fransisco, semua dijajal oleh Kesha dalam episode tayangan ini. Conjuring Kesha sudah tayang sejak 8 Juli 2022.

Namun perjalanan Kesha dan kegiatan pemburu hantunya ini mendapat beragam respons. Tak sedikit dari penonton memberikan ulasan negatif buat tayangan ini. Stuart Heritage dari The Guardian menyebut tayangan ini sama sekali tidak menawarkan apapun. Kegiatan yang dilakukan Kesha tak pernah benar-benar menampilkan horor yang semestinya.

[Gambas:Youtube]

Gimmick kamera VHS yang digunakan dalam tayangan ini memang cukup membantu buat menciptakan suasana, namun tak benar-benar membuat Conjuring Kesha jadi sehoror itu. Dia menyebut bahwa Kesha dan teman-temannya hanya berusaha meyakinkan penonton bahwa mereka dikerjai atau dihantui oleh makhluk gaib, tapi tak ada yang benar-benar tampak di layar.

Namun di sisi lain, Stuart Heritage memuji tayangan ini sebagai sebuah acara yang menghibur. Tempat-tempat yang dikunjungi oleh Kesha dan teman-temannya dalam setiap episode menawarkan sesuatu yang berbeda dan menghidupkan nuansa horor yang benar-benar terasa.

Sayangnya Discovery+ belum tersedia di Indonesia untuk saat ini.

[Gambas:Youtube]



(aay/pus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT