Manusia Abadi Dikejar-kejar Sosok dari Masa Lalu di 'Infinite'

Yudistira Perdana Imandiar - detikHot
Selasa, 07 Sep 2021 22:06 WIB
Mola TV
Foto: Dok. Mola TV
Jakarta -

Kehidupan Evan McCauley (Mark Wahlberg) menjadi sulit saat dirinya divonis mengidap skizofrenia. Evan kerap didatangi bayangan tentang kejadian-kejadian mengerikan yang seolah pernah dialaminya.

Kondisi kejiwaan ditambah catatan kriminal membuatnya sukar memperoleh pekerjaan. Sampai suatu ketika ia menemui titik balik dalam hidupnya. Hal itu berawal dari perselisihan dengan kelompok pengedar obat terlarang yang bisa menyuplai obat kejiwaan untuk Evan.

Saat Evan tak sadarkan diri usai melompat dari atas gedung apartemen, polisi mengamankannya. Di kantor polisi, seorang taipan Bernama Bathurst (Chitewel Ejiofor)-yang ternyata teman lama di masa lalu-menjumpai Evan dan mencoba menggali ingatan masa lalu Evan. Namun, upaya itu gagal karena Nora Brightman (Sophie Cookson) berhasil membawa Evan kabur.

Di tengah kebingungan akan keanehan yang terjadi dalam hidupnya, Evan memperoleh potongan-potongan cerita dari Nora. Evan mendapatkan informasi yang sulit dicerna oleh nalarnya, bahwa ia merupakan reinkarnasi dari Heinrich Treadway, seorang Infinite (manusia berjiwa abadi) pemilik rahasia besar yang sedang dicari oleh Bathurst.

Mola TV Foto: Dok. Mola TV

Nora mempertemukan Evan dengan kawan-kawan lama Treadway, yakni Kovic (Johannes Haukur), Trace (Kae Alexander), dan Peabody (Jason Mantzoukas). Dengan berbagai cara mereka coba mengingatkan jiwa Evan tentang kehidupan masa lampau sebagai Treadway.

Singkat cerita, Peabody lewat mesin canggihnya mampu memanggil kembali ingatan lama Evan yang membuatnya sadar kalau dirinya merupakan Treadway. Ia dapat mengingat sempurna di mana barang rahasia yang selama ini dicari Bathurst, yakni The Egg tersimpan. Barang tersebut menjadi kunci bagi Bathurst untuk melenyapkan kehidupan manusia agar dapat membuat tatanan kehidupan baru.

Konflik utama akhirnya pecah begitu Bathurst mendapatkan jawaban di mana The Egg tersimpan. Evan bersama Nora dan rekannya yang lain berusaha sekuat tenaga mengambil alih The Egg dari tangan jahat Bathurst demi menyelamatkan dunia.

Film 'Infinite' yang digarap sutradara Antoine Fuqua mengangkat cerita dari novel 'The Reincarnation Papers'. Film ini menyajikan sebuah tontonan science fiction berbalut action. Lewat sentuhan CGI, film ini menghadirkan visual dramatis di sejumlah adegan dari menit awal sampai di penghujung konflik utama. Ditambah dengan efek slow motion yang memberikan lompatan ketegangan bagi penonton.

Mola TV Foto: Dok. Mola TV

Terlepas dari efek visual yang dibuat, Infinite sejatinya mengemas cerita yang sederhana. Tidak ada teka-teki yang kompleks dalam alur ceritanya. Pertanyaan soal siapa Evan dan apa yang terjadi pada hidupnya langsung diceritakan secara gamblang di seperempat bagian jalannya cerita. Alih-alih memainkan rasa penasaran penonton, Fuqua yang pernah menukangi film 'The Equalizer' dan 'Training Day' lebih mengedepankan ketegangan dalam setiap fragmen cerita di Infinite.

Fuqua telah menyiapkan cerita untuk film 'Infinite' sejak tahun 2017. Akhirnya pada 2019 film ini mulai digarap dan selesai di tahun 2020.

Ada fakta unik yang menyertai proses pembuatan film ini. Sebelumnya, tokoh Evan McCauley sejatinya akan diperankan oleh Chris Evans. Namun, karena terkendala jadwal, Evans membatalkan kerja sama dalam 'Infinite', dan akhirnya dipilih Mark Wahlberg untuk menggantikannya.

Mola TV Foto: Dok. Mola TV

Cerita sederhana yang dibumbui efek visual pada film Infinite mendapatkan kritik dari kritikus film Robert Daniels. Dalam tulisannya di website rogerebert.com, ia menyebut 'Infinite' harusnya bisa menghadirkan cerita yang lebih kompleks seperti pada novel aslinya.

Menurut Robert, sebagai film bergenre sci-fi, Infinite minim akan gambaran keajaiban-keajaiban yang membuat mata penonton terbelalak. Robert juga menguliti soal kurangnya penggambaran karakter-karakter dalam film tersebut. Nora dan Kovic tidak diberikan panggung untuk menunjukkan kekuatan mereka. Kehadiran mereka hanya seolah hanya pelengkap alur cerita, dan tak menyatu dengan Evan.

Meski film ini dapat kritik soal ceritanya, tapi 'Infinite' menyimpan kejutan bagi publik Indonesia. Jakarta ditampilkan sebagai latar tempat di akhir fragmen cerita. Tak hanya itu, Fuqua juga menyisakan teka-teki tentang siapa penerus jiwa Infinite dari Treadway dan Evan.

Penasaran dengan jalannya cerita Infinite? Saat ini, film Infinite telah tayang secara eksklusif di Mola TV.

(akn/ega)