The Falcon and The Winter Soldier: Sam Warisi Perisai Captain America

Abu Ubaidillah - detikHot
Rabu, 28 Apr 2021 17:10 WIB
Marvel Studios
Foto: Marvel Studios
Jakarta -

Serial Marvel Studios' "The Falcon and The Winter Soldier" baru saja berakhir pada minggu lalu. Tayang perdana di Disney+ Hotstar sejak 19 Maret lalu, serial kedua dari Marvel Studios ini hadir dalam enam episode pasca kejadian 'blip' dalam Avengers: Endgame.

Serial ini melanjutkan plot Steve Rogers yang memutuskan untuk pensiun sebagai Captain America dan menjalani hidupnya yang sederhana dengan Peggy Carter. Steve kemudian mewariskan perisainya kepada Sam Wilson (Anthony Mackie) alias The Falcon, namun Sam merasa dirinya belum pantas mewarisi perisai tersebut.

Sam dan Bucky Barnes (Sebastian Stan) alias The Winter Soldier bekerja sama menghadapi berbagai tantangan setelah fenomena blip. Meski kehidupan kembali normal, para kriminal tetap merajalela. Bahkan saat Sam mengunjungi adiknya, partner kerjanya di Air Force, yakni Letnan Joaquin Torres tengah menyelidiki kasus pencurian terbesar yang dilakukan oleh kelompok anarkis yang dikenal dengan julukan 'Flag-Smasher'.

Dibalut nuansa sinematik dengan gaya film fitur yang menakjubkan ala Marvel Studios, penonton berhasil diajak mendalami kehidupan serta konflik internal yang dihadapi oleh para karakter. Serial ini disutradarai oleh Karl Skogland dengan Malcolm Spellman sebagai head writer, selain itu juga dibintangi oleh Daniel Brühl sebagai Baron Zemo, Emily VanCamp sebagai Sharon Carter, dan Wyatt Russell sebagai John Walker.


Episode Pertama - "New World Order"

Episode pertama dibuka dengan kisah dari Sam Wilson alias Falcon yang kembali bekerja untuk Air Force dalam misi penyelamatan seorang pilot. Falcon kemudian bertemu dengan komplotan kriminal yang digawangi Batroc The Leaper. Ia pun berhasil melumpuhkan ancaman yang ada dengan bantuan teknologi EXO-7 dan Redwing. Setelah berhasil menuntaskan misi, Falcon memutuskan untuk mengunjungi adiknya dengan harapan untuk melanjutkan usaha keluarganya namun rencana tersebut tak berjalan mulus.

Sementara, Bucky Barnes terlihat tengah menjalani sesi terapi dengan seorang psikiater untuk mengatasi trauma dan mimpi buruk yang berkaitan dengan masa lalunya sebagai prajurit pembunuh Hydra. Bucky berusaha menebus dosanya dengan melakukan perbuatan baik kepada orang-orang yang pernah ia sakiti, termasuk seorang pria paruh baya Jepang yang merupakan ayah dari salah satu korban Bucky.

Faktanya John Walker dan Letnan Torres yang ditemui Sam saat bekerja sama dengan Air Force merupakan karakter penting yang ada di komik Marvel. Torres pernah mengambil mantel milik Falcon dan menjadi Sam Wilson alias sahabat karib serta tim Captain America. Ketika Torres menyebutkan Flag-Smasher, sebenarnya mereka adalah kelompok yang pernah berhadapan dengan Captain America dalam serial komik Marvel.

Dalam episode ini, Sam terlihat menggunakan bantuan dari Redwing ketika bertarung di langit. Redwing sendiri merupakan nama asli ikonik dari Sam di komik Marvel. Selain itu, karakter antagonis lain dalam serial ini, Batroc, merupakan pemimpin LAF yang sudah pernah muncul pada Captain America: The Winter Soldier, ketika Steve bertarung dengannya di dalam kapal.


Episode Kedua - "The Star-Spangled Man"

Setelah perkenalan singkat dari dua protagonis utama dalam episode pertama, kisah heroik duo veteran ini berlanjut dalam episode kedua yang diawali dengan perseteruan antara Bucky dan Sam setelah Sam secara resmi menyerahkan perisai pemberian Steve Rogers kepada Smithsonian Museum. Bucky merasa keputusan Sam tidak hanya salah, namun bentuk tidak hormat atas warisan dari Steve Rogers.

Pasalnya jika diserahkan ke museum tersebut, perisai Captain America menjadi aset negara, sedangkan pada kenyataannya negara Amerika masih membutuhkan sosok pahlawan. Pemerintah AS pun akhirnya memperkenalkan veteran tentara AS, John Walker sebagai Captain America baru yang dikenal dengan julukan 'The Star-Spangled Man'.

Hadirnya sosok John yang membawa perisai Steve Rogers membuat Sam dan Bucky cemas. Bucky merasa Sam telah menyia-nyiakan kepercayaan yang telah diberikan Steve kepadanya. Namun, keduanya memutuskan untuk mengesampingkan masalah yang ada dan berangkat untuk menyelidiki keberadaan kelompok Flag-Smasher yang pernah menyerang Letnan Torres di episode pertama, Sam merasa kelompok ini sebagai salah satu dari 'Big Three' yang terdiri dari penjahat versi alien, Android, dan penyihir.

Saat melakukan investigasi, Sam dan Bucky dipertemukan dengan seorang wanita bernama Karli Morgenthau yang diduga merupakan sandera. Namun, tidak disangka, wanita itu justru merupakan sosok pemimpin super soldier yang sangat kuat. Sam serta Bucky, dengan bantuan dari John Walker dan sahabatnya, Lemar Hoskins, kemudian melawan Flag-Smasher namun terpaksa kalah karena kalah jumlah.

Dalam episode ini, penonton bisa memahami bahwa debat antara Bucky dan Sam tentang keputusan Sam melepaskan perisai dan Bucky terus mengeluh bahwa Sam bahkan tidak memiliki rencana penyerangan sangat mirip dengan apa yang dilakukan oleh sang pendahulu, Steve Rogers. Ironisnya, Steve Rogers sendiri seringkali melakukan misi tanpa rencana yang matang. Hal ini terlihat saat adegan Falcon melompat keluar dari pesawat tanpa rencana, sama dengan adegan di Captain America: The Winter Soldier.


Episode Ketiga - "Power Broker"

Episode ketiga diawali dengan sebuah iklan tentang Global Repatriation Council yang fokus membantu masyarakat yang berhasil kembali dari jentikan Thanos untuk memulai kehidupan baru. Iklan tersebut bermotto 'reset, rebuild, and restore'.

Sam dan Bucky kemudian bertolak ke Jerman untuk mengunjungi 'kawan lama' mereka yaitu Zemo - mantan anggota Hydra yang kini dipenjara. Tanpa sepengetahuan Sam, Bucky diam-diam sudah mengatur strategi pelarian untuk Zemo agar bisa keluar dari penjara.

Zemo menyarankan untuk memulai misi dengan mencari Selby terlebih dahulu menggunakan pesawat pribadinya. Mereka bertiga kemudian berangkat ke Madripoor yang berada di wilayah kepulauan Indonesia. Sesampainya di sana, Sam menyamar sebagai 'Smiling Tiger' agar bisa mendapat informasi dari Selby.

Sayangnya penyamaran mereka terbongkar karena kakak Sam tiba-tiba meneleponnya dan Selby memaksa untuk mengangkat telepon tersebut dengan mode pengeras suara. Selby yang kesal karena telah dibohongi memerintahkan anak buahnya membunuh Sam, namun rencana tersebut batal karena ada sosok misterius yang tiba-tiba membunuh Selby.

Kabar terbunuhnya Selby tersebar begitu cepat di seluruh penjuru kota. Mereka pun mengejar Sam, Bucky, dan Zemo dengan iming-iming imbalan besar. Dalam pelarian, ketiganya ditolong oleh Sharon Carter yang dulu pernah membantu Sam dan Steve Rogers menyelamatkan Bucky.

Sharon memutuskan untuk menolong mereka menemukan rahasia dibalik super serum dengan membawa ketiganya bertemu Dr. Nagel, ilmuwan yang terlibat dalam pembuatan super serum tersebut. Dr. Nagel memberikan informasi terkait Flag-Smasher yang telah mencuri 20 botol super serum yang diambil dari sampel darah Isaiah Bradley. Ia juga memberi tahu keterlibatan Karli Morgenthau dan menerka-nerka apa yang sudah direncanakan Power Broker dengan serum tersebut.

Ketiganya kemudian pergi ke Lithuania, namun Bucky memutuskan untuk berpisah lebih dulu untuk bertemu Ayo, salah satu prajurit 'Dora Milaje' dari Wakanda. Ayo menjelaskan kehadirannya di negara tersebut adalah untuk mengingatkan Bucky apa yang telah Zemo lakukan beberapa waktu lalu dan ia bertanggung jawab atas kematian King T'Chaka.


Episode Keempat - "The Whole World is Watching"

Episode ini dibuka dengan post-credit scene dari Black Panther enam tahun silam di Wakanda saat Ayo membantu Bucky untuk terbebas dari program Hydra yang mengendalikan dirinya dan memberikan julukan baru untuk Bucky dengan sebutan 'White Wolf'.

Hadirnya Ayo di Riga bertujuan mengingatkan Bucky bahwa Zemo adalah dalang terbunuhnya T'Chaka. Ia memberikan Bucky waktu delapan jam sebelum prajurit Dora Milaje dari Wakanda datang untuk menangkap Zemo. Sementara Sam menghubungi Sharon untuk membantu penyelidikan ini dan ia memberikan informasi bahwa Power Broker sangat murka setelah mengetahui kematian Shelby dan menginginkan super serum tersebut kembali ke tangannya.

Sam, Bucky, dan Zemo, yang kemudian disusul oleh John Walker dan Lemar Hoskins kemudian tiba di tempat perhentian Flag-Smasher. Sam meminta waktu untuk berdiskusi langsung dengan Karli seorang diri. Walker, Hoskins, Zemo, dan Bucky pun menunggu di tempat lain sembari Sam menggali informasi dari Karli. Namun, John yang tidak sabar akhirnya menyusul Sam dan menggagalkan operasi yang ada. Karli yang perlahan mulai membangun kepercayaan kepada Sam merasa dikhianati dan pertarungan pun tak terelakkan hingga Karli dan Flag-Smasher berusaha melarikan diri.

Prajurit Dora Milaje kemudian datang di tempat penginapan untuk membawa Zemo namun dihadang oleh John. Sembari keduanya berkelahi, Zemo diam-diam kabur. Usai ketegangan yang terjadi antara pasukan asal Wakanda dengan Walker, Sam dan Bucky memutuskan untuk memisahkan diri dari Walker dan Lemar. Sam dan Bucky pun melanjutkan pencarian Karli dan anggotanya. Walker yang mengetahui lokasi Flag-Smasher menyusul Sam dan Bucky dan berusaha melakukan penyerangan yang membuat Karli dan anggotanya terluka parah.

Dalam pertarungan singkat dengan kelompok Flag-Smasher, Sam, Bucky, dan Walker harus melihat kematian Lemar yang tak sengaja terbunuh ketika berusaha menghadang salah satu pasukan Flag-Smasher yang ingin menyerang Walker.

Walker pun merasa sangat terpukul akan kematian sahabatnya itu kemudian mengejar salah satu anggota Flag-Smasher yang melarikan diri. Walker melampiaskan kemarahannya dengan membunuh salah satu anggota Flag-Smasher di muka umum menggunakan perisai Captain America.

Easter egg di episode keempat muncul ketika post-credit scene Bucky dipindahkan ke Wakanda untuk memulihkan diri dari pengaruh Hydra. Ayo yang menjadi salah satu orang kepercayaan Black Panther membantu Bucky menghentikan sistem pencuci otak Hydra dengan membacakan kode-kode berbahasa Rusia yang memicu aktifnya program tersebut. Selain itu, saat John Walker membunuh salah satu anggota Flag-Smasher menggunakan perisai Captain America, menunjukkan perbedaan di antara keduanya saat menggunakan perisai tersebut.

Kemampuan Bucky dalam bertarung singkat melawan para anggota Flag-Smasher menggunakan sebilah pisau juga menunjukkan keterampilan yang pernah ia lakukan di Captain America: The Winter Soldier.

Episode Kelima - "The Truth"

Episode ini diawali dengan sebuah kilas balik saat Walker melarikan diri dari tempat kejadian dan berhenti di sebuah gedung untuk melampiaskan emosinya. Sam dan Bucky yang diam-diam menyusulnya berusaha untuk menenangkan emosi Walker dan memintanya melepaskan perisainya namun ditolak.

Walker yang masih emosi menyerang Sam dan Bucky dan berhasilkan menghancurkan Redwing EXO-7 milik Falcon dan melukai mereka berdua. Namun, pada akhirnya Sam dan Bucky berhasil mengalahkan Walker dan merebut kembali perisai tersebut.

Setelah kembali ke Amerika Serikat, Walker menghadiri sidang pencabutan gelar kehormatan Walker. Walker merasa kecewa dan marah atas keputusan para senator yang meminta dirinya untuk diadili di pengadilan militer. Dalam sidang, Walker sempat menyampaikan poin penting ia hanya mengikuti perintah seperti seorang prajurit yang baik.

Seusai persidangan, Walker yang tengah dihibur oleh istrinya kemudian disapa oleh Valentina 'Val' Allegra de Fontaine (Julia Louis Dreyfus) yang merupakan seorang agen rahasia. Val mengatakan kepada Walker untuk menunggu panggilan darinya karena ia mengetahui sebuah rahasia mengenai super serum dan perisai Captain America yang sebenarnya berada di area abu-abu, bukan milik pemerintah atau organisasi tertentu. Val juga mengetahui bahwa Walker telah menyuntikkan serum super soldier ke dalam nadinya, yang membuat dirinya menjadi aset berharga bagi beberapa penguasa.

Cerita kemudian beralih ke Bucky yang sedang bertemu dengan Zemo untuk menyerahkannya kepada Dora Milaje untuk dipenjara di Wakanda. Namun, sebelum mereka pergi, Bucky meminta bantuan Ayo untuk mengirimkan sebuah koper yang ada di Wakanda. Di belahan dunia lainnya, Sam membawa perisai Captain America dan mengunjungi Isaiah untuk membicarakan rahasia di balik tentara black super yang disiksa oleh pemerintah AS. Isaiah menceritakan hanya dirinya yang berhasil menerima super serum ditahan sebagai kelinci percobaan.

Sekembalinya dari misi personal masing-masing, Sam dan Bucky kemudian bertemu kembali untuk saling mengenal satu sama lain dan berlatih menggunakan perisai tersebut. Atas dukungan dari Bucky, Sam akhirnya memutuskan untuk menjadi Captain America.

Sementara Karli Morgenthau ternyata bekerja sama dengan Georges Batroc dan keduanya ingin menghabisi nyawa Falcon. Pada akhir episode, Flag-Smasher berhasil meledakkan gedung di New York tempat diadakannya Konferensi Global Repatriation Council atau GRC. Sementara, di adegan mid-credit, Walker terlihat membuat perisai Captain America miliknya sendiri dengan menempelkan salah satu lencana militer kebanggaannya.

Episode Keenam - "One World, One People"

Season finale dari Marvel Studios' "The Falcon and The Winter Soldier" ini diawali dengan adegan anggota Flag-Smasher dan Karli yang tengah menyerang anggota GRC. Diketahui bahwa anggota Flag-Smasher rupanya sudah tersebar di seluruh penjuru Manhattan. Sam yang sedang bertarung dengan Batroc tak bisa mengejar Karli. Bucky pun bergegas untuk mencari posisi Karli. Setelah keduanya bertemu, Bucky menyelamatkan para sandera namun ia terus diserang anggota Flag-Smasher.

Dalam pertarungan tersebut, John Walker muncul untuk membalas dendam dan menyerang Karli. Bucky yang membantu Walker akhirnya terlempar ke bawah dan Walker pun harus menghadapi Karli seorang diri. Sayangnya, Walker kalah dan Karli berhasil mendorong mobil berisikan anggota GRC. Untungnya, mobil itu masih tersangkut di tiang-tiang besi bangunan.

Di situasi yang semakin menegangkan, Sam muncul dan menyelamatkan para tahanan setelah berhasil menyelamatkan anggota GRC yang berada di dalam helikopter. Sam, Bucky, Walker, dan Sharon bergabung untuk mengejar Karli dan para anggotanya.

Pertanyaan mengenai siapa sosok dibalik Power Broken in pun terungkap yang ternyata adalah Sharon yang sengaja menjebak Karli untuk bekerja sama dengan Batroc. Karli merasa dimanfaatkan oleh Sharon dan ia tidak sengaja menembak Sharon. Sam kemudian muncul dan berusaha membujuk Karli untuk menghentikan gerakan ini.

Namun, Sharon yang takut penyamarannya terbongkar langsung menembak Karli dan ia pun meninggal di pelukan Sam. Hal ini membuat Sam mengajukan banding ke GRC dan anggotanya untuk meluruskan bahwa Flag-Smasher bukanlah teroris. Pidato Sam terbukti menggerakkan semua orang untuk membuat keputusan yang adil bagi warga Amerika Serikat.

Sam kemudian mengunjungi Isaiah Bradley dan membawanya pergi. Mereka mengunjungi tugu peringatan yang dikunjungi Sam pada episode pertama di mana monumen penghormatan atas jasa Isaiah Bradley sebagai pahlawan yang berhasil menyelamatkan banyak nyawa demi membela Amerika Serikat telah ditegakkan.

Ia pun memeluk Sam dan Sam memberi tahu Sam bahwa ia akan menjadi Captain America terbaik yang mewakili banyak orang, begitupun untuk orang yang dia sayangi yaitu keluarganya.

John Walker yang berhasil mengendalikan efek super serum terhadap jiwanya ketika dia mendapat kesempatan kedua untuk membuktikan dirinya. Selain itu, Val mengatakan pilihan Walker bergabung dengan US. Agent merupakan keputusan yang tepat dan seragam yang digunakan Walker menggambarkan seragam US. Agent di dalam komik.

Di season finale juga terlihat pertarungan pertama antara Sam dan Batroc yang merupakan scene yang mengingatkan pertarungan pertama antara Steve dan Batroc di pembukaan Captain America: The Winter Soldier. Episode terakhir juga menampilkan judul baru, yakni "Captain America and The Winter Soldier". Satu pertanyaan yang belum terjawab dari para penggemar MCU adalah kapan Sam dan Bucky mengetahui bahwa Sharon adalah Power Broker, yang menandakan adanya kemungkinan untuk musim kedua dari serial milik Marvel Studios ini.

Kostum Captain America versi terbaru yang digunakan Sam terlihat sangat modern dan high-tech, sesuai dengan kostum dalam komik yang dirancang oleh Carlos Pacheco dan pertama kali muncul di halaman Marvel Comics pada bulan Oktober 2014, di All-New Captain America # 1.

Buat Anda yang belum sempat menyaksikan Marvel Studios' "The Falcon and The Winter Soldier", seluruh episode telah tersedia dan hanya tayang secara eksklusif di Disney+ Hotstar!

(ega/ega)