Hasil Penelitian
Seks Kian Dominasi TV
Kamis, 10 Nov 2005 15:09 WIB
Jakarta - Seks kian mendominasi tayangan-tayangan TV. Demikian hasil penelitian yang dirilis Henry J. Kaiser Family Foundation, organinasi non-profit yang menyoroti soal kesehatan publik, termasuk HIV/AIDS. Dari seluruh program yang ditayangkan stasiun TV di Amerika Serikat pada 2005 ini, 70 persen di antaranya dilengkapi pernak-pernik seks. Dalam satu jam, tayangan tersebut rata-rata memunculkan lima adegan yang berhubungan dengan seks. Untuk tayangan yang masuk kategori top ten atau paling sering ditonton, hampir ada tujuh tiap satu jamnya. Adegan berbau seks yang muncul dalam tayangan TV dibagi Kaiser dalam tiga tipe. Membicarakan seks, perilaku seks, dan hubungan seks. Demikian hasil penelitian yang dimuat di situs resmi Henry J. Kaiser Family Foundation sejak Rabu (9/11/2005). Jika dipersentasekan, adegan yang paling banyak muncul adalah tipe pertama. Totalnya 68 persen. Beberapa program dengan tipe ini adalah 'Gilmore Girls' dan 'Law & Order: Special Victims Unit'. Sedangkan adegan yang memunculkan perilaku seks dan hubungan seks berturut-turut memiliki persentase 35 dan 11 persen. Serial remaja 'O.C' adalah contoh dari tayangan yang menampilkan secara gamblang hubungan seks. Dari ketiga contoh yang diberikan di atas, 'Gilmore Girls', 'Law & Order: Special Victims Unit' dan 'O.C', semuanya pernah atau sedang diputar di Indonesia. Bedanya, di negara kita, badan sensor terlebih dulu menyunting beberapa adegan yang dinilai tidak pantas. Yang sangat disayangkan, pihak produser jor-joran menampilkan adegan seks tanpa ada informasi lanjutan tentang bahaya yang bisa ditimbulkan akibat aktivitas seks. Protes pun banyak dilayangkan. "Kami tak pernah mengajari anak-anak untuk ikut pesta seks, bertelanjang atau berendam dalam hot tube dengan orang asing. Tapi itu yang anak-anak kami lihat ketika mereka menonton 'Real World' MTV," ujar salah satu orang tua yang memberi contoh tayangan bermuatan seks. Meski protes gencar dilayangkan, banyak pucuk pimpinan stasiun TV yang tak mau ambil pusing. "Sudah banyak alat yang disediakan bagi orangtua yang tak mau anaknya menonton program-program tertentu. Salah satunya tombol off." (ine/)











































