detikHot

tv-news

KPI Bilang Konteks 'Bangsat' di Gundala dan Kamus Berbeda

Senin, 16 Sep 2019 15:43 WIB Nugraha - detikHot
Foto: Gundala (dok.Screenplay) Foto: Gundala (dok.Screenplay)
Jakarta - Promo 'Gundala' disanksi oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) karena ada dialog yang memuat kata 'bangsat'. Joko Anwar pun berkicau di Twitter, mencoba menjelaskan makna 'bangsat'.

"Promo Gundala kena sanksi @KPI_Pusat karena ada dialog bilang 'Bangsat.'," cuit Joko Anwar, Senin (16/9/2019).

Joko kemudian mengunggah arti kata 'bangsat' dalam 'Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)'. Ada dua arti, pertama, 'bangsat' adalah kepinding, kutu busuk. Kedua, 'bangsat' adalah istilah cakapan bermakna orang yang bertabiat jahat (terutama yang suka mencuri, mencopet, dan sebagainya).

KPI pun berkomentar mengenai kicauan sang sutradara. Wakil Ketua KPI Pusat, Mulyo Hadi Purnomo, menyebut Joko Anwar harusnya bisa melihat konteks kata dalam dialog 'Gundala' itu.

"Banyak artinya, tapi orang pakai kata dilihat konteksnya, karena kalau digigit 'bangsat' itu kan konteksnya ke sana. Tapi kalau diucapkan dalam intonasi tertentu, itu dikenal publik sebagai kata umpatan, masuk dalam kategori kasar. Jangan ambil dari kamus, karena kalau dari sana itu netral," tuturnya.




Simak Video "Promosi Gundala di TV Kena Sanksi KPI, Ini Kata Joko Anwar"
[Gambas:Video 20detik]
(nu2/dar)

Photo Gallery

screenshoot-movie

Potret Para Pemain 'Gundala'
Potret Para Pemain Gundala

screenshoot-movie

Potret Para Pemain 'Gundala'
Potret Para Pemain Gundala

screenshoot-movie

Potret Para Pemain 'Gundala'
Potret Para Pemain Gundala

screenshoot-movie

Potret Para Pemain 'Gundala'
Potret Para Pemain Gundala

screenshoot-movie

Potret Para Pemain 'Gundala'
Potret Para Pemain Gundala
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com