detikHot

tv-news

'Black Mirror Season 5': Ternyata Masih Ada Harapan

Kamis, 06 Jun 2019 10:38 WIB Candra Aditya - detikHot
Foto: Black Mirror (dok.netflix) Foto: Black Mirror (dok.netflix)
Jakarta - Charlie Brooker ternyata masih punya harapan terhadap kemanusiaan. Setidaknya itulah yang menjadi kesimpulan tiga episode yang ada dalam musim kelima 'Black Mirror'.

Setelah dihibur (atau lebih tepatnya diteror) dengan kisah-kisah mencekam dalam empat season sebelumnya, kita akhirnya mendapatkan sedikit cahaya di tengah kegelapan. Walaupun tentu saja, ini tetap Black Mirror. Jadi gelap adalah warna dominan yang menyelimuti dunianya.

Episode pertama 'Black Mirror' season lima diberi judul 'Striking Vipers'. Kita bertemu dengan Danny (Anthony Mackie, si Falcon) yang sedang berulang tahun. Hidupnya bahagia. Atau setidaknya secara sekilas hidupnya bahagia. Dia memiliki istri yang cantik dan pengertian, Theo (Nicole Beharie). Anaknya lucu dan pekerjaannya stabil. Kehidupannya semakin menjadi lebih bahagia ketika teman lamanya Karl (Yahya Abdul-Mateen II, pemeran Black Manta dalam Aquaman kemarin) berkunjung. Karl mengenalkannya pada game berjudul Striking Vipers. Dan karena ini Black Mirror, teknologi ini tentu saja merubah kehidupan Danny yang tadinya anteng.

'Black Mirror Season 5': Ternyata Masih Ada HarapanFoto: Black Mirror (imdb.)



'Smithereens', episode kedua 'Black Mirror' agak berbeda dengan episode pertamanya. Kita duduk bersama Chris (Andrew Scott, yang lagi hangat-hangatnya setelah penampilannya yang spektakuler via 'Fleabag' season kedua), seorang driver online. Hari itu dia memutuskan untuk menculik seorang karyawan magang bernama Jaden (Damson Idris) yang bekerja di sebuah perusahaan app bernama Smithereens. Alasannya? Chris ingin berbicara dengan CEO-nya, Billy Bauer (Topher Grace). Kenapa Chris begitu ingin berbicara? Itu dia misterinya.

Episode terakhir yang diberi judul 'Rachel, Jack and Ashley Too' adalah sebuah petualangan yang tidak terduga. Kita melihat Miley Cyrus berperan sebagai popstar bernama Ashley O yang meluncurkan boneka bernama Ashley Too. Karena ini Black Mirror, tentu saja boneka ini bisa berbicara dan berinteraksi dengan si pemilik. Rachel (Angoirie Rice) begitu mencintai Ashley O. Jack (Madison Davenport) sama sekali membencinya. Dan kedatangan Ashley Too di kehidupan mereka membawa mereka ke dalam sebuah petualangan yang tak tertebak.

Tiga episode yang disajikan Netflik dalam season kelima Black Mirror ini memang sebuah kekecewaan, jika Anda menginginkan gaya cerita Black Mirror yang membuat Anda depresi. Tapi jika Anda ingin sesuatu yang agak lebih light, season kelima Black Mirror ini akan menghibur Anda dengan amat sangat.

Bagian terlemah dari season kelima 'Black Mirror' ini justru ada di episode terakhir. 'Rachel, Jack And Ashley Too' memang masih menawarkan roller-coaster tapi idenya terlalu mentah untuk menjadi sebuah social commentary yang tajam mengenai industri musik. Charlie Brooker sepertinya terlalu ngoyo untuk menggabungkan dua storyline (antara kisah Ashley O dan tantenya dan kisah antara Rachel dan Jack) ke dalam frame yang sama. Ketika kedua cerita ini bertemu rasanya seperti dipaksakan karena baik cerita satu dan cerita kedua tidak dibarengi dengan pondasi yang baik. Masih banyak misteri atau rahasia yang sesungguhnya bisa dieksplor lebih dalam.

Meskipun Rachel, Jack and Ashley Too tidak bisa mengimbangi kejeniusan episode-episode Black Mirror yang lain, tapi setidaknya dia memberikan sepertiga akhir yang cukup seru. Miley Cyrus dalam episode ini bermain dengan cukup baik. Dengan dua co-star yang juga masih muda, Angourie Rice dan Madison Davenport, episode ini terasa seperti Black Mirror versi Disney. Lengkap dengan adegan musikalnya.

'Smithereens' yang disutradarai oleh James Hawes (yang juga menyutradarai episode 'Black Mirror' berjudul 'Hated In The Nation') mendapatkan tugas yang berat untuk membuat penonton deg-degan sepanjang film. Tugas yang berat karena ending episode ini tidak segelap yang penonton inginkan. Tidak seperti episode-episode 'Black Mirror' lain yang penuh twist gelap, rahasia Chris yang ada di episode ini tidak membuat saya shock.

Mungkin karena saya sudah terbiasa dengan begitu banyaknya twist yang gila dari Black Mirror sehingga ketika Smithereens sampai pada konklusinya, saya menginginkan yang lebih. Sesuatu yang lebih kacau.

Untungnya James Hawes memiliki aktor-aktor yang total. Damson Idris dan Topher Grace cukup meyakinkan sebagai bocah malang dan juga CEO, tapi lampu sorot episode ini memang ada di Andrew Scott. Tanpanya 'Smithereens' tidak akan terasa semenegangkan itu. Kemampuan Hawes untuk menata tempo juga patut diacungi jempol karena episode ini benar-benar mencengkeram penonton dari awal sampai akhir.


Bagian terbaik 'Black Mirror' season kelima ternyata ada di pembukaannya. Striking Vipers ternyata memang mempunyai bisa yang kuat. 'Black Mirror' selalu menjadi berkesan ketika dia menggunakan hipotesa teknologinya ke dalam hubungan sehari-hari manusia-manusianya. Salah satu episode terbaik Black Mirror adalah San Junipero yang menceritakan tentang percintaan dua orang manusia. Atau 'Hang The DJ', dimana kita melihat "simulasi" dating app. Atau 'The Entire History Of You' yang konsepnya sangat luas tapi pengaplikasiannya sangat kecil dan intim. Striking Vipers menggunakan metode yang sama. Dia menggunakan kanvas yang besar tersebut untuk menggambarkan relationship sepasang suami istri.

Bagian terbaik dari 'Striking Vipers' adalah twistnya yang terjadi di awal-awal episode. Tanpa memberikan petunjuk, episode ini sungguh langsung menyentuh dan terasa intim karena tidak hanya skrip Charlie Brooker sangat kuat tapi juga disutradarai oleh Owen Harris dengan sangat baik. Owen Harris yang juga menyutradarai episode 'Be Right Back' dan 'San Junipero' sepertinya begitu memahami bagaimana karakter-karakter ini merasakan sakit hati dan desire sehingga Striking Vipers bisa terasa begitu menusuk.

'Black Mirror Season 5': Ternyata Masih Ada HarapanFoto: (imdb.)



Semua pemain dalam 'Striking Vipers' bermain dengan juara. Nicole Beharie bisa mempersembahkan istri pengertian tanpa terlihat seperti perempuan lemah. Anthony Mackie memberikan sisi yang belum pernah Anda lihat sebelumnya. Dan Yahya Abdul-Mateen II dengan mudah tampil vulnerable di layar dengan begitu elegan. Ketika karakter-karakter ini merasakan kerinduan yang mendalam, Anda akan juga merasakannya karena Owen Harris menata adegan-adegannya dengan sangat rapi.

Yang mungkin membuat 'Striking Vipers' belum mencapai kekerenan level San Junipero (atau bahkan 'Hang The DJ') mungkin adalah endingnya yang masih seperti kurang matang. Charlie Brooker seperti masih ragu-ragu dalam menyampaikan tesisnya mengenai masalah hubungan para manusia ini. Kalau saja Charlie Brooker punya statement yang lebih kuat, tidak mengherankan jika Striking Vipers langsung loncat menjadi salah satu episode Black Mirror yang paling dipuja.

Black Mirror Season 5 dapat disaksikan di Netflix
(doc/doc)


Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com