Meski Ditentang, Ari Wibowo Terus Cari Pembantu

Meski Ditentang, Ari Wibowo Terus Cari Pembantu

- detikHot
Jumat, 17 Jun 2005 18:48 WIB
Meski Ditentang, Ari Wibowo Terus Cari Pembantu
Jakarta - Permintaan GAPH-PRT untuk menghentikan acara AWMP tak segera terwujud. Bahkan SCTV akan segera menayangkan Diari AWMP.Permintaan Advokasi Perlindungan Hukum Pembantu Rumah Tangga (GAPH-PRT) untuk menghentikan reality show Ari Wibowo Mencari Pembantu (AWMP) tampaknya tak akan terwujud. SCTV dan MD Entertainment tetap melanjutkan audisi, bahkan segera menayangkannya."Kita akan tetap menayangkannya. Mereka (GAPH-PRT) boleh mengkritik, kita dengarkan. Toh selama ini mereka juga belum meminta langsung kepada kita," terang Budi Dharmawan, Manajer Humas SCTV, ketika dihubungi detikhot, Jumat (17/6/2005).Diakui Budi, pihaknya sudah mendengar penolakan reality show ini dua minggu yang lalu. Tapi mereka belum mau mengambil sikap, karena yang diprotes adalah MD Entertainment sebagai rumah produksi AWMP.Sementara itu, Humas MD Entertainment, Jamal, bernada sama. Pihaknya tidak akan menghentikan audisi dan produksi AWMP selama belum ada lembaga yang berkompeten yang memprotes."Selama yang bicara belum resmi dari lembaga pemerintah, kita tidak akan menghentikan. Kita akan lanjutkan," mantap Jamal kepada detikhot. Adanya klaim dari GAPH-PRT bahwa perekrutan tidak sesuai dengan profesi PRT, seperti berjoged dan menyanyi, Jamal membantahnya. "Pembantu saya juga suka bernyanyi kok kalau lagi memasak. Intinya, kalau mau dicari kesalahannya, ya pasti ada aja salahnya. Tapi kalau manfaatnya lebih banyak, kenapa enggak?" Ucapnya.Ditegaskan Jamal, pihaknya akan tetap melanjutkan audisi di tiga kota tersisa, yakni Jakarta, Medan dan Makassar. Jika ada pihak yang masih keberatan, ia tidak akan mempermasalahkannya. "Kalau ada keberatan, kenapa saat kami audisi di luar kota tidak ada yang demo. Bahkan pesertanya membludak," terangnya. "Sudah 12 ribu peserta yang mendaftar, dan sebagian dari mereka adalah pembantu rumah tangga. Dan mereka tidak ada yang keberatan," tambah pria berwajah Timur Tengah tersebut.Tentang adanya indikasi pendomplengan nama AWMP untuk diadakannya UU Khusus yang mengatur perlindungan kerja bagi PRT di Indonesia, terutama pengakuan dan penegasan bahwa PRT adalah pekerja oleh GAPH-PRT, Jamal enggan berkomentar. "Mungkin lebih baik mengurus itu ketimbang mengurus kami," ucapnya mengakhiri pembicaraan. (ana/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads