Edhu 'Petir 2' Menangi Rumah Rp 1,25 Miliar

Edhu 'Petir 2' Menangi Rumah Rp 1,25 Miliar

- detikHot
Minggu, 15 Mei 2005 23:02 WIB
Edhu Petir 2 Menangi Rumah Rp 1,25 Miliar
Jakarta - Jakarta punya milyuner baru. Edhu, lajang asal Jakarta kelahiran 24 tahun silam, berhasil memenangi rumah bernilai Rp 1,25 miliar setelah mengalahkan Ade di acara grand final 'Penghuni Terakhir 2' (Petir 2) yang digelar Minggu malam (15/5/2005) di Jakarta Convention Center.Kemenangan diperoleh Edhu tak hanya berkat dukungan pemirsa lewat SMS dan premium call. Voting para penghuni terakhir yang telah terekstradisi terlebih dulu mempertebal kans kemenangan anak penjual kue itu. Dari 13 eks finalis Petir 2, delapan di antaranya memilih Edhu. Mereka adalah Wati, Melly, Sherly, Adit, Catur, Bule, Atma dan Diana. Bagaimana dengan lima eks finalis yang tersisa? Apakah mereka memilih Ade atau yang biasa disapa Mang Ade? Tidak. Wulan, Ivan, Puput, Tika dan Gobind memilih untuk abstain. "Saya tidak ingin yang menjadi penentu kemenangan adalah sms atau voting dari eks penghuni. Saya ingin mereka menang karena perjuangan sendiri. Saya ingin melihat mereka berjuang di meja hidup dan mati," ujar Ivan. Permainan meja hidup dan mati pun digelar, namun bukan karena permintaan Ivan. Game ini digelar untuk berjaga-jaga kalau-kalau Ade memenangi polling pemirsa. Seperti telah disebut, Edhu memimpin voting eks penghuni terakhir. Dan jika Ade memenangkan polling pemirsa, itu berarti kedudukan berimbang.Game meja hidup dan mati dipimpin langsung oleh penggagas Petir, Helmy Yahya. Bagi finalis yang berhasil menjawab pertanyaan Helmy, ia mendapat 1 poin. Pertanyaan pertama yang dilontarkan adalah, "Lebih berat mana, gabah atau jagung?" tanya Helmy seraya menunjukkan kedua benda yang terbungkus di plastik terpisah itu. Edhu menjawab jagung. Ia salah. Setelah ditimbang diketahui kalau jagung di dalam plastik memiliki berat 538 gram, sedangkan gabah 544 gram. Helmy pun mengajukan pertanyaan kedua seraya menunjukkan empat mur yang terpasang di sebuah papan. Ia bertanya, obeng mana yang bisa membuka mur ketiga dari sebelah kanan. Pilihannya, obeng ukuran 18 atau 19. Edhu memilih 19 dan ia benar. Kedudukan pun berimbang 1-1. Sayangnya permainan tidak dilanjutkan. Tina Zakaria yang bertugas sebagai pembawa acara muncul untuk memberitahu kalau polling pemirsa lewat SMS dan premium call telah ditutup. Tak lama setelah itu muncul Yohan, jawara Petir 1, yang kali ini bertugas sebagai executor. Dengan jubah yang menutupi kepala, Yohan memegang kunci yang tergantung di leher masing-masing finalis. Sebelum menarik kunci tersebut Yohan bertanya, "Seberapa yakin Anda menjadi pemenang?" Baik Edhu maupun Ade menjawab, "Sangat yakin. 100 persen."Sayangnya Yohan tak yakin. Ia pun menarik kedua kunci dari kedua finalis tersebut dan menandakan baik Edhu maupun Ade tak berhak menjadi pemenang. Tapi tentu saja itu hanya aksi Yohan. Yohan kemudian langsung memeluk Edhu sebagai tanda bahwa ia berhak memiliki rumah bernilai Rp 1,25 miliar. Edhu berhasil menjadi pemenang Petir 2 dengan dukungan pemirsa sebanyak 62,74 persen. Menurut Edhu, rumah tersebut tidak akan ia tempati. "Rumah itu akan saya jual. Uangnya akan saya pakai untuk mendirikan toko kue untuk ibu saya. Karena sekarang masih numpang orang tua, saya juga berniat membeli rumah sendiri. Setelah itu, sisanya, saya akan kembalikan kepada masyarakat yang kurang mampu." (ine/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads