"Karena mereka punya peta di Asia. Mereka sudah mem-project negara-negara mana yang mereka mau sasar 'base' yang besar Indonesia khususnya di Asia Tenggara, kemudian di Thailand juga," tutur Reza pada detikHOT di On Five Residence, Grand Hyatt Hotel, Jakarta Pusat.
"Kenapa tidak membuat formula baru menggabungkan pemain-pemain dari seluruh Asia. Saya rasa itu formula yang menarik, selain menarik untuk cerita, menarik pula untuk produksi mereka karena masing-masing negara melakukan promosinya sendiri-sendiri. Saya promosi untuk Indonesia, Malaysia dan Singapura, kemudian ada satu pemain dari Filipina itu promosi di Filipina. Thailand juga karena kita punya range of emotion material yang ada di beberapa negara tersebut. Untuk promosi saya pikir ini hal yang bagus," sambungnya panjang lebar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Hanif Hawari/detikHOT |
Reza juga menceritakan betapa tertantangnya dirinya kembali terlibat dalam serial ini, ditambah dengan adegan laga yang menurutnya lebih banyak.
"Yang paling menantang karena season satu, kita bicara season satu ya, kita punya waktu untuk berlatih fighting scene," ucapnya.
"Season 2 ini 60 persen fighting scene dan 40 persen drama. Season satu itu sebaliknya jadi lebih banyak season 2. Ada tiga big fight dan sequence yang cukup panjang untuk fighting. Tapi yang menyulitkan karena kita harus belajar fighting on the spot, jadi semua adegan fighting itu saya lakukan di saat hari H," urainya.
"Saya syuting, jadi nggak ada waktu latihan, datang sampai lokasi, oke, Reza sebentar ikut saya. Belajar dulu lima belas menit lalu take, gitu. Part by part, nggak langsung semua part di-take. Langsung dihapal hari itu juga adegannya. Itulah kenapa saya bilang itu sulit, lumanyan PR juga, tapi menurut saya sih karena kehebatan stunt time-nya mampu membuat kami para aktor mampu beradaptasi dengan situasi yang baru," tuturnya seru.
(mah/mmu)











































Foto: Hanif Hawari/detikHOT