Arinto Sudah Kontrak Batin Dengan Dewi Sandra
Rabu, 02 Mar 2005 18:37 WIB
Jakarta - Sebelum menjadi pemilik Alpha Plus Dancer dan dancer tetap penyanyi seksi Dewi Sandra, Arinto sudah malang melintang sebagai penari di daerah asalnya Bandung. Berawal dari ketertarikannya pada breakdance, Arinto yang akrab disapa Arin ini mulai mengikuti ajang lomba dance tersebut."Waktu itu kata orangtua saya, daripada ikut gank-gank yang nggak jelas, lebih baik saya nunjukkin keahlian saya pada tempatnya. Waktu ada lomba breakdance, saya ikut dan kebetulan menang," cerita Arinto ketika ditemui beberapa waktu lalu di JHCC, Jakarta.Selain breakdance, ternyata pria 33 tahun itu juga menguasai seni pantomim. Saat itu usianya baru kelas dua SMP, atas dorongan ayahnya, Arinto mengikuti festival pantomim se Jawa Barat. Di festival tersebut pun dia berhasil menjadi juara umum.Bakat menari Arinto datang dari sang ayah yang dulunya pernah menjadi penari tradisional. Namun ayahnya tidak mengingkan ayah dua anak itu untuk mengikuti jejaknya. Di SMA, Arinto masuk jurusan Fisika karena dia bercita-cita menjadi arsitek. Apa daya ternyata dorongan untuk terlibat di dunia seni masih kuat dalam diri Arinto. Dia pun bergabung dengan vokal grup sekolahnya.Pada saat SMA itu pula, Arinto bergabung dengan sebuah kelompok tari yang mengajarinya banyak hal. Pada awalnya dia sempat menolak ketika seorang temannya menawarinya masuk kelompok tari tersebut. "Ah nggak mau ntar kayak bencong lagi," ujarnya saat itu.Ternyata grup dance (Arinto menyebutnya demikian) yang dimasukinya sama sekali tidak melakukan gerakan-gerakan yang lemah gemulai, malah beraliran Michael Jackson. Dua minggu bergabung, Arinto langsung diajak untuk nge-dance di sebuah acara. Bayarannya saat itu sebagai seorang junior di grup tersebut hanya Rp 7500.Lulus SMA, pendiri Alpha Plus Dancer ini tidak melanjutkan cita-citanya untuk menjadi arsitek. Dia malah kuliah di sebuah perguruan tinggi yang khusus mengajarkan tarian dan berbagai macam seni lainnya yaitu STSI (Sekolah Tinggi Seni Indonesia) di Bandung. Sebagai syarat kelulusannyaArinto mengulas tentang tarian kontemporer. Tarian yang sangat ingin lebih ditekuninya suatu hari nanti.Jalan Arinto menuju dunia hiburan mulai terbuka ketika dia menjadi penari sekaligus asisten koreografer penyanyi Imaniar. Kemudian dilanjutkan dengan membantu pembuatan videoklip grup musik ME "Inikah Cinta." Hasil kerjanya itu menjadi prestasi tersendiri untuknya, pasalnya dia mendapatkan gelar koreografer terbaik dari Anugerah Musik Indonesia (VMI). Arinto juga masuk nominasi sebagai koreografer terbaik untuk lagu "Malam Ini Indah" milik Iwa K.Ketika ada sebuah acara di Bandung di tahun 1997 yang bertajuk "R&B Goes To Bandung", Arinto berkenalan dengan penyanyi Dewi Sandra. Di tahun 2002, Dewi pun mengajaknya untuk menjadi penari dalam videoklip "Tak Ingin Lagi."Sejak saat itu pekerjaan sebagai penari latar sekaligus koreografer mulai berdatangan untuknya sekaligus untuk Alpha Plus Dancer. Diantaranya KD Show, Pop Stars dan Indonesian Idol. Kemudian beberapa penyanyi seperti Agnes Monica, Rossa dan Shanti.Menurut Arinto, salah satu orang yang berperan penting dalam kemajuan kariernya saat ini adalah Dewi Sandra. "Dewi itu maunya aku sama dia sama-sama maju. Jadi bukan dia aja yang maju atau sukses sendiri. Jadi kita sama-sama berkembang bareng," tuturnya."Aku sama Dewi nggak kayak aku sama penyanyi-penyanyi lain. Aku sama dia udah kontrak batin. Setiap Dewi show pasti sepaket sama kita (Alpha Plus)," tambahnya lagi.Mengenai pilihannya pada gaya tarian R&B, Arinto menceritakan kalau dia ingin merubah citra penari pria yang selama ini terlihat seperti banci. Dia ingin penari-penari pria di Alpha Plus Dancer lebih kelihatan laki-laki.Arinto juga mulai merubah standar yang selama ini didapatkan oleh para penari latar. Jika dulu mereka tidak mendapatkan ruang ganti dan terkesan di anak tirikan dibandingkan pengisi acara utama, sekarang secara perlahan hal-hal tersebut mulai berubah.Bayaran sebagai seorang penari pun menurutnya dapat dijadikan sebagai pegangan hidup. Biasanya seorang penari di Alpha Plus, jika acaranya off air, untuk setiap tarian yang dilakukan, mereka dibayar Rp 300000. Sedangkan untuk acara on air bayarannya lebih murah yaitu Rp 200000. Dalam seminggu, sesial-sialnya penari-penari di Alpha Plus satu kali menari di sebuah acara. "Tapi kalau banyak job, mereka bisa manggung sampai tujuh hari dalam seminggu," imbuh Arinto.Nampaknya kalau dari cerita Arinto di atas, profesi penari latar bukanlah profesi yang bisa dipandang sebelah mata lagi saat ini. Dari hasil kerjanya selama beberapa tahun tersebut, Arinto sudah memiliki sebuah studio di kawasan Fatmawati. So if got the talent why dont u joint with Arinto guys....Pewawancara: Fiba dan Ringga (tim dance SMUN 81) (eny/)











































