Gambaran acara yang dibawakan oleh Randy Fenoli ini secara umum adalah membantu para calon pengantin wanita menemukan gaun pengantin yang menjadi impian mereka. Tentu saja dengan diselingi beberapa drama pertentangan pendapat antara sang calon pengantin dengan keluarga dan teman terdekatnya.
Banyak berbicara soal "gaun seperti apa yang cocok untuk wanita yang bagaimana" membuat 'Say Yes to the Dress' identik menjadi acara buat wanita. Tapi siapa sangka bahwa ternyata reality show ini justru juga disaksikan oleh kakek-kakek!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penontonku datang dari usia 8 sampai 80 tahun. Bahkan laki-laki menonton acara ini. Suatu hari aku sedang berada di bandara di Atlanta dan masuk masuk ke toilet laki-laki. Seperti kalian tahu bahwa toilet laki-laki tidak seperti toilet perempuan yang bisa digunakan sebagai tempat ngerumpi sambil make up. Di sana kami hanya masuk, melakukan "bisnis" lalu keluar. Saat ada di sana, seorang laki-laki berusia sekitar 80 tahun menghampiriku," Randy memulai kisahnya.
"Laki-laki itu lalu berkata dengan suara keras, 'Oh Tuhan, Randy! Aku harus berfoto denganmu karena aku dan istriku sangat menyukai acaramu!' Lalu setelah itu sekitar sepuluh orang laki-laki berbaris untuk meminta foto bersamaku juga!" cerita pria yang sebelumnya berprofesi sebagai perancang busana itu dengan sangat ekspresif dan berteriak-teriak di kantor Discovery Networks International di pusat kota New York.
Pria lulusan Fashion Institute of Technology di New York itu sangat bahagia karena acara televisi yang awalnya sempat ragu dilakukannya tersebut bisa sukses dan meraih perhatian berbagai usia, jenis kelamin dan gender. "Ya, laki-laki juga menyukai acara ini." tegasnya.
Randy sendiri punya pandangan kenapa akhirnya 'Say Yes to the Dress' bisa menyentuh banyak kalangan. Menurutnya, apa yang ditampilkan dalam acara ini merupakan sebuah bagian dari tradisi kehidupan manusia: pernikahan. Randy menyebut pernikahan adalah bagian dari tradisi yang harus dijaga. Dan salah satu proses dalam tradisi pernikahan di Amerika adalah pemilihan busana pengantin.
"Anak kecil menonton acara ini karena menyukai gaun dan dia belajar dari ibunya yang sudah punya rencana seperti apa anaknya ketika menikah nanti. Ada juga calon pengantin yang mungkin berada di usia 20 dan 30 yang menonton. Ada juga nenek-nenek yang bermimpi melihat cucunya menikah," kata pria yang menjahit sejak usia 9 tahun itu.
Selain soal pernikahan, 'Say Yes to the Dress' juga dinilai Randy sebagai acara yang inspiratif buat remaja yang suka fashion dan bercita-cita untuk jadi desainer. Jelas karena lewat tayangan ini ada berbagai model busana pengantin yang ditampilkan di setiap episodenya dari berbagai perancang yang berafiliasi dengan butik busana pengantin paling hits di New York, Kleinfeld.
Sepak terjang Randy Fenoli dalam mewujudkan mimpi para wanita Amerika bisa disaksikan di 'Say Yes to the Dress' yang kini sudah memasuki musim ke-13 dan akan tayang di TLC setiap hari Senin hingga Jumat pukul 17:00 WIB mulai hari ini, 19 Oktober sampai 30 Oktober mendatang.
(ron/mmu)











































