Bertemu Theresa Caputo, Cenayang Misterius yang Suka Ngebanyol

Laporan dari New York

Bertemu Theresa Caputo, Cenayang Misterius yang Suka Ngebanyol

Atmi Ahsani Yusron - detikHot
Kamis, 01 Okt 2015 12:57 WIB
Bertemu Theresa Caputo, Cenayang Misterius yang Suka Ngebanyol
Theresa Caputo, cenayang yang penampilannya tidak 'menyeramkan' (Atmi Ahsani Yusron/detikHOT)
New York - Kalau ada yang bilang hanya orang Indonesia saja yang percaya dukun, anggapan tersebut sudah pasti salah. Di belahan dunia lain bahkan negara seperti Amerika pun "praktek perdukunan" menjadi salah satu hal yang menarik. Semenarik itu sampai-sampai Theresa Caputo menjadikannya sebagai "bisnis".

Sebentar dulu, Theresa mungkin bukan "orang pintar" yang buka praktek di sebuah tempat yang terlihat horor dan mistis. Bisnis di sini maksudnya adalah wanita berusia 49 tahun itu bisa menjadikan kemampuan mistisnya sebagai tontonan menarik lewat acara berjudul 'Long Island Medium' yang tayang di channel TLC setiap Rabu pukul 20:50 WIB.

Theresa Caputo mungkin akan keberatan disebut dukun mistis tetapi lebih senang menyebut dirinya sebagai medium. Kalau Bahasa Indonesianya, medium bisa juga disebut cenayang. Ya, Theresa Caputo adalah wanita berambut pirang yang bisa bicara dengan arwah, seperti yang ditulisnya dalam buku terbarunya 'You Can't Make This Stuff Up'.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lewat acara berjudul 'Long Island Medium' yang kini sudah memasuki musim kelima, Theresa membantu banyak orang untuk bisa kontak lagi dengan saudara, pacar, anak, suami/istri dan kerabat mereka yang sudah meninggal dunia. Tidak cuma sekedar kontak, Theresa pun bisa membantu para arwah ini dalam menyampaikan pesan kepada orang terkasih mereka yang mungkin tidak sempat mereka katakan sebelum meninggal.

Meski "pekerjaan" istri dari Larry Caputo itu terdengar menyeramkan (siapa sih yang mau berurusan dengan arwah setiap hari?), tetapi sosoknya jauh dari kesan horor. Memang ada sedikit nuansa misterius ketika bertemu dengannya di sebuah restauran di kawasan Broadway, New York, pada Selasa (29/9/2015) lalu, tapi aura cenayang itu mendadak luntur ketika Theresa menghidupkan suasana Press Junket Factual Entertainment Show yang digelar oleh Discovery Networks International.

Jangan bayangkan dia adalah cenayang yang suka berdandan ala gypsy dengan baju panjang dan anting superbesar. Theresa tampil stylish namun simpel dengan dress bermotif hitam putih, menggunakan high heels boot dan terlihat bangga dengan rambut shaggy-nya. Mungkin yang agak seram dari penampilan sang bintang reality show itu adalah kuku-kuku jari tangannya yang dibiarkan panjang, tapi tetap terawat.

Tapi memang, suasana restauran yang ada di lantai basement itu mendadak berubah jadi mendadak hening saat Theresa masuk. "Apakah kalian semua bisa bicara?" katanya, setelah mengeluh soal kemacetan di New York.

Selama setengah jam mengobrol, sisi lain dari sosok cenayang yang eksis di acara televisi ini pun terkuak. Dia mungkin berurusan dengan arwah dan hantu-hantu dalam perjalanan kariernya sebagai cenayang, tetapi sosoknya tak jauh berbeda dengan seorang komedian. Banyak candaan yang dilontarkan Theresa saat itu meski mungkin yang akan tertawa hanyalah mereka yang mengerti jokes-jokes khas Amerika.

Theresa bercerita sedikit soal kemampuannya berkomunikasi dengan mereka yang sudah meninggal dalam kesempatan tersebut. Buatnya, setiap hari adalah sesuatu yang mengejutkan sekaligus menakutkan. Ya bagaimana tidak, karena arwah-arwah yang ada di sekitarnya (dan di sekitar orang-orang yang ditemuinya) selalu bicara pada ibu dua anak itu.

"Arwah-arwah ini selalu selalu mengejutkanku dan tidak pernah gagal membuatku terpukau. Saat aku bertemu dengan seseorang yang meminta bantuanku, aku masuk ke dalam ruangan dan tiba-tiba di sana ada sosok wanita yang sudah meninggal. Semuanya terjadi begitu saja seolah berhubungan," tuturnya yang siang itu ditemani oleh sang suami.

Bertahun-tahun hidup dengan kemampuan yang unik tentu kini Theresa sudah terbiasa jika ada makhluk dari dimensi lain datang padanya atau bicara dengannya. Kemampuan ini akhirnya digunakan oleh kelahiran 10 Juni 1966 itu untuk membantu meringankan beban di hati orang-orang yang masih punya ganjalan ketika orang terkasihnya meninggal dunia.

Simak keseruan bagaimana Theresa bicara dengan arwah dan menolong para kliennya di TLC setiap hari Rabu malam pukul 20:50 WIB lewat acara televisi 'Long Island Medium' musim kelima. Lihat juga bagaimana emosi para klien Theresa Caputo ketika arwah-arwah tersebut bicara lewat seorang medium kepada mereka.

(ron/ich)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads