HBO Hadirkan 'Show Me a Hero' 17 Agustus

HBO Hadirkan 'Show Me a Hero' 17 Agustus

Adhie Ichsan - detikHot
Senin, 03 Agu 2015 18:38 WIB
HBO Hadirkan Show Me a Hero 17 Agustus
Jakarta - Dalam sebuah generasi Amerika yang tersingkir sejak perjuangan besar-besaran terhadap hak sipil pada tahun 1960-an, seorang walikota muda yang berasal dari sebuah kota kecil Amerika dihadapkan pada perintah pengadilan untuk membangun beberapa unit rumah murah di lingkungan kaum kulit putih di kotanya. Usahanya mewujudkan perintah ini berakibat terpecahnya kota tersebut, melumpuhkan pemerintahan, dan akhirnya, menghancurkan sang walikota serta masa depan politiknya.

Bersumber dari buku non-fiksi dengan judul yang sama karya Lisa Belkin, 'Show Me a Hero' menggali gagasan tentang rumah, ras dan komunitas melalui kehidupan para pejabat yang dipilih, aktivis dan masyarakat biasa di Yonkers, NY.

David Simon (HBO’s “Treme” and “The Wire”) dan William F. Zorzi, Jr. menulis naskah dari buku karya Belkin. Paul Haggis (“Crash”) menyutradarai seluruh episode dari mini serial ini. Para pemain yang dilibatkan termasuk Oscar Isaac (“Star Wars: Episode VII – The Force Awakens”) sebagai Walikota Nick Wasicsko; Catherine Keener (Nominasi Oscar untuk “Capote”) sebagai warga lama Yonkers Timur, Mary Dorman; Alfred Molina (HBO’s “The Normal Heart”) sebagai Anggota Dewan, Henry J. Spallone; Winona Ryder (Nominasi Oscar® untuk “Little Women”) sebagai Anggota Dewan Vinni Restiano; LaTanya Richardson-Jackson (“Blue Bloods”) sebagai warga proyek rumah tinggal, Norma O’Neal; Bob Balaban (“The Grand Budapest Hotel”) sebagai Hakim Distrik A.S., Leonard Sand; Jim Belushi (“The Defenders”) sebagai walikota Yonkers yang incumbent, Angelo Martinelli, yang gagal untuk ketujuh kalinya dari Nick Wasicsko; dan Jon Bernthal (“The Wolf of Wall Street”) sebagai pengacara NAACP Michael Sussman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lisa Belkin adalah seorang reporter New York Times pada akhir tahun 1980-an, saat Yonkers, sebuah kota dengan populasi 200.000 jiwa yang terletak persis di sebelah utara The Bronx dan hampir 80 persen penduduknya berkulit putih, ketika tiba-tiba dihadapkan pada kenyataan politik yang tidak biasa. Sebuah gugatan yang dikeluarkan oleh Departemen Hukum A.S, dan NAACP telah membuktikan bahwa pemerintah Yonkers menggunakan dana pembuatan rumah tinggal dengan maksud memisahkan kota selama beberapa dekade, sementara itu pemerintah terpilih telah bersumpah untuk mengajukan petisi, bahkan para pengacara kota tersebut melihat ini sebagai kesempatan untuk mengambil keuntungan.

Jalan keluar bagi pelanggaran hal sipil tersebut adalah sederhana, namun penuh dengan alasan politis: Yonkers harus membangun 200 unit rumah tinggal sederhana di sebuah area kawasan kulit putih bagian Saw Mill River Parkway di East Yonkers.

Dilanjutkan 800 unit rumah dengan harga terjangkau. Seorang ahli perumahan berpengalaman Oscar Newman (Peter Riegert, “Local Hero”), berusaha untuk menerapkan filosofi baru dalam perumahan public guna menghindari proyek gedung bertingkat dan kondisi kumuh dari generasi sebelumnya, selain itu komisioner perumahan Yonkers Peter Smith (Terry Kinney, HBO’s “Oz”) dan konsultan perumahan Robert Mayhawk (Clarke Peters, HBO’s “The Wire”) siap siaga untuk membantunya. Namun sebelum mereka melakukannya, pemerintah Yonkers harus menentukan daerah yang menjadi lokasi pembangunan townhouse tersebut.

Usaha mereka hanya membawa kekisruhan dari para warga kulit putih yang ingin menjaga nilai properti mereka dan menghentikan pembangunan rumah tinggal sederhana. Wasicsko, seorang pemuda yang anggota dewan, secara inisial berpihak kepada warga dan menggunakan posisinya untuk mengalahkan walikota yang berkuasa, namun hasil pemilihan tidak mempengaruhi hasil pengadilan sedikitpun seperti perkiraan para Yonkers.

Wasicsko dan istrinya yang belia Nay (Carla Quevedo, “Abril en Neuva York”), seorang karyawan, tercengang dengan hasil tersebut, dan kemudian mengubah hidup mereka secara ekstrim. Secara perlahan dan tidak terelakkan, townhouse tersebut mulai dibangun dan warga yang dapat menyebrangi garis batas Yonkers telah dipilih.

Namun akankah eksperimen pembatasan ras dan mobilitas sosial ini berhasil setelah begitu banyak kemarahan dan pertentangan? Akankah para penentang kulit putih seperti Mary Dorman menyetujui ketentuan dengan realitas baru? Dan Akankan para warga sendiri merasa nyaman tinggal di lingkungan yang sangat menolaknya?

“Kisah ini menginspirasi saya tidak hanya dari sisi politik,” kata Simon, yang menjadikan 'Show Me a Hero' ini proyek film kelimanya bersama HBO.

”Namun karena pertanyaan di Yonkers pada tahun 1987 adalah hal yang sama yang kita hadapi hari ini. Apakah kita semua – bagi mereka yang berkulit putih, hitam, atau coklat – akan saling berbagi hal yang setara dari pengalaman mereka? Ataukah idealisme American Dream adalah sesuatu yang lebih dari itu?

Dalam 'Show Me a Hero', Simon bekerja sama dengan rekan lamanya William F. Jorzi Jr., kolega Simon di Baltimore Sun, yang menjadi salah satu koran politik nomor satu, mengulas seputar negara dan pemerintah local. Zorzi melaporkan kembali buku Belkin, memberitahukan kepada mereka yang bertahan pada masa itu di Yonkers selama lebih dari satu dekade untuk mempersiapkan dan melakuka riset mini serial ini.

'Show Me a Hero' akan tayang perdana dua episode berturut-turut pada jam yang sama dengan AS, 17 Agustus, jam 07.00 WIB di HBO.

(ich/ich)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads