Fashion, Hiburan dan Kebenaran

Laporan dari Los Angeles

Fashion, Hiburan dan Kebenaran

Is Mujiarso - detikHot
Senin, 03 Feb 2014 16:40 WIB
Fashion, Hiburan dan Kebenaran
Jakarta - Keesokan pagi setelah menghadiri malam penganugerahan Golden Globe di Beverly Hilton, para host acara 'Fashion Police' muncul di markas E! di Gedung NBC Universal di Wilshire Boulevard, Los Angeles. Tak ada raut muka mengantuk atau sisa-sisa mabuk. Joan Rivers, Kelly Osbourne, Giuliana Rancic, George Kotsiopoulos dan Melissa Rivers tetap tampak segar, chic dan glamor.

Joan misalnya, tampak elegan dengan baju bulu-bulunya, dan Kelly begitu anggun dan colorful dari ujung rambut sampai ujung kaki. Mereka bicara tentang acara mereka yang penuh keasikan, dipuji sekaligus dimusuhi. Dan, tentu saja masih ada sisa cerita dari pesta semalam.

"Bagian terbaik dari Golden Globe bukanlah fashion, tapi party, minum, semua mabuk," ujar Joan. Tentu saja, di pesta itu Joan dan kawan-kawannya bukanlah teman yang disambut penuh kehangatan oleh para selebriti Hollywood. Semua orang yang melihat kehadiran mereka berempat akan langsung merasa 'ditelanjangi' dan dinilai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu memang kerjaan saya," tutur Joan. "Kami ke sini (Globe) bukan untuk mencari teman, tapi mengatakan kebenaran untuk penonton hiburan," tambahnya di hadapan para wartawan yang datang dari berbagai negara di acara International Press Junket yang digelar E!.

Joan, Kelly, Giuliana, George dan Melissa adalah pemandu 'Fashion Police', salah satu program andalan stasiun televisi hiburan tersebut. Sesuai dengan nama acaranya, mereka membentuk panel untuk membahas, mengomentari dan 'menghakimi' busana yang dikenakan oleh para selebriti di suatu perhelatan.

Tapi, jangan bayangkan mereka adalah orang-orang yang dingin, angker dan galak. Sebaliknya, Joan yang sebelumnya dikenal sebagai komedian adalah perempuan yang tak pernah berhenti melucu setiap berbicara. Sedangkan Kelly, siapa yang tak kenal si "it girl" itu? Mungkin yang "benar-benar" ahli fashion adalah Giuliana dan George yang sejak awal memang bekerja di area tersebut.

Ahli atau bukan, memang bukan itu isunya. "Ini hanya show," kata George. "Fashion is fun. Kita semua mengenakan 'kostum' tertentu setiap hari. Kamu mewakili apa yang kamu rasakan, bagaimana kamu ingin menampilkan dirimu kepada dunia dan itulah hakikat dari semua obrolan di Fashion Police," tambahnya.

Bagaimana menurut Guilana? "Kupikir Fashion Police bikin kamu lebih percaya diri. Minggu ini seseorang kelihatan buruk dan kami menilainya dengan predikat penampilan terburuk, dan minggu depan kami menyebut mereka berbusana terbaik. Kita semua mengambil risiko dalam cara berbusana kita sehari-hari. Jika gagal hari ini, kamu akan menebusnya di lain hari," tuturnya.

"Dan, kita punya trik. Setiap kali kita kepergok mengenakan sesuatu yang usang, bilang saja itu vintage," sahut Joan disambut tawa hadirin. Dia memang selalu mampu membuat orang tertawa. Itulah sebabnya, sulit bagi para selebriti yang menjadi 'korban' penilaiannya untuk membencinya.

"Aku tak punya musuh, mereka semua teman. Sekali lagi kutegaskan, it is my job. Ini seperti menjadi seorang reviewer. Aku juga me-review lakon-lakon teater di Broadway. Inilah pekerjaanku, mengatakan kebenaran. Kadang-kadang aku juga meresensi buku. Jadi aku tak bisa bohong," ujarnya kali ini dengan nada yang sedikit agak serius.

Namun, di saat ada yang mencoba serius, yang lain akan mementahkannya. Seperti yang dilakukan George ketika menimpali, "Dan, perlu kutambahkan, bahwa Joan adalah komedian. Dia seorang komedian yang brilian," katanya.

"Oh ya, tentu saja!" tukas Joan.

(mmu/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads