Komnas Perlindungan Anak bergerak untuk menuntaskan konflik perebutan akses anak antara selebgram Clara Shinta dengan mantan suaminya, Denny Goestaf, untuk melakukan mediasi.
Ketua Komnas Perlindungan Anak, Agustinus Sirait, menyatakan langkah mediasi ini diambil untuk menyinkronkan keterangan yang disampaikan oleh Clara Shinta dengan laporan yang sebelumnya dilayangkan oleh Denny Goestaf.
"Kemungkinan minggu depan ya. Iya (akan dikonfrontir), nanti teknisnya kita akan beritahukan. Tapi harapan kami mediasi-mediasi ini akan terjadi ya," kata Agustinus Sirait saat ditemui di kantornya di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (17/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agustinus Sirait menjelaskan kehadiran Clara Shinta ke kantor Komnas Anak merupakan bentuk respons kooperatif terhadap laporan yang masuk minggu lalu. Pihak mantan suami sebelumnya mengadu dirinya merasa diputus komunikasinya dan tidak diberikan akses untuk menemui buah hati mereka oleh Clara Shinta.
"Beliau sudah memberikan klarifikasi, beberapa pertanyaan sudah dijawab sesuai dengan laporan yang kami terima di minggu lalu dari mantan suaminya," ucap Agustinus Sirait
Berdasarkan hasil pemantauan awal, Komnas Anak melihat sebenarnya hubungan antara Clara Shinta dan mantan suaminya dalam hal pengasuhan anak sempat berjalan dengan sangat baik di awal perceraian. Namun, belakangan ini ego masing-masing pihak dinilai mulai mencuat sehingga mengorbankan kepentingan anak.
"Karena satu dan lain hal, ada komunikasi yang terputus sehingga masing-masing pihak merasa di beberapa poin terganggu," tuturnya.
Pihak Komnas Anak berharap melalui mediasi minggu depan, anak tidak lagi dijadikan sebagai alat atau senjata dalam perselisihan orang dewasa.
"Ya mungkin ini hanya karena komunikasi yang terhambat saja ya. Di sini tentu jadi tugas Komnas Perlindungan Anak," pungkasnya.
Kasus ini bermula ketika mantan suami Clara Shinta melayangkan aduan ke Komnas Perlindungan Anak karena merasa kesulitan menemui anak kandungnya. Clara Shinta dituding menutup akses komunikasi secara sepihak.
Di sisi lain, Clara Shinta sempat menyinggung soal trauma perselingkuhan dan tidak adanya tanggung jawab nafkah dari mantan suaminya sejak anak tersebut kecil, yang diduga menjadi pemicu keretakan hubungan dan tersendatnya komunikasi di antara mereka.
Saat ini, hak asuh anak secara hukum berada di tangan Clara Shinta.
(ahs/pus)











































