Menteri BUMN Dahlan Iskan meminta kepada sutradara sinetron 'Tiga Semprul Mengejar Surga' agar tidak diberikan keistimewaan ketika syuting berlangsung. Ia pun bersedia menjadi korban kekonyolan dari Narji, Gading dan Andika Pratama.
Dalam cerita dikisahkan Dahlan sebagai menteri yang sedang meninjau di suatu perkampungan untuk survei mobil listrik, tetapi nyasar ke sebuah kampung. Di kampung itu Dahlan mampir di rumah penduduk untuk membeli gado-gado.
"Di lokasi itu beliau bertemu dengan 3 Semprul, tetapi 3 Semprul nggak tahu kalau pria yang satu bangku itu seorang menteri," ucap sang sutradara Rievy Indriasari saat ditemui di sela-sela syuting di Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (26/6/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbicara soal pengalaman menjadi pemain sinetron, Dahlan mengaku tidak pernah mengulang adegan. Awalnya ia menganggap bermain sinetron itu gampang, tapi setelah merasakan langsung, pandangannya pun berubah.
"Ternyata harus kerja keras juga. Saya tidak bayangkan mereka kerja sampai tengah malam. Syutingnya sendiri ternyata nggak lama ya, yang lama itu nunggu artis, pasang alat," ucap Dahlan yang memanfaatkan waktu break syuting dengan melakukan pekerjaannya sebagai menteri.
Pernah dibilang 'pencitraan' ketika wajahnya tampil sebagai bintang iklan sebuah produk, Dahlan tak lagi khawatir soal nada miring yang ditujukan kepadanya saat memutuskan mau menerima tawaran sinetron. Sebagai orang yang gemar berkegiatan, ia hanya memuaskan rasa penasaran akan akting.
"Saya sukarela, saya tertantang tapi bukan berarti saya akan menekuni (akting)," tegasnya.
(ich/mmu)










































