Dede Yusuf: Etika Wartawan Infotainment Harus Ditata Ulang

Dede Yusuf: Etika Wartawan Infotainment Harus Ditata Ulang

- detikHot
Kamis, 15 Jul 2010 14:34 WIB
Dede Yusuf: Etika Wartawan Infotainment Harus Ditata Ulang
Jakarta - Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf meminta para wartawan infotainment harus memahami etika saat melaksanakan tugasnya. Dede menilai selama ini pemburu berita infotainment masih kurang dibekali etika jurnalistik.

"Etika persnya (wartawan infotainment, red) harus ditata ulang," tegas Dede saat ditemui di Gedung Sate, Kota Bandung, Jalan Diponegoro, Kamis (15/7/2010).

Ia mengatakan, etika jurnalistik mutlak harus dimiliki wartawan infotainment. Bahkan, mereka juga harus memiliki kartu pers. "Kebanyakan mereka itu orang orang dari rumah produksi yang diajarkan sedikit cara mengoperasikan kamera dan bertanya. Tapi, mereka tidak diajarkan kursus jurnalistik," ungkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, kata Dede, tidak semua wartawan infotainment berperilaku seperti itu. Menurut dia, hanya sedikit wartawan infotainment yang memiliki kemampuan dan etika jurnalistik memadai.

"Kalau ini masih sopan nih, jarak recorder dan kamera masih jauh dengan saya. Kalau wartawan infotainment, kadang kamera dan recorder sampai ke sini," tutur Dede sambil mengangkat tape recorder salah seorang wartawan media cetak ke arah mukanya.

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) akan merevisi Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (SP3SPS). Salah satu yang diusulkan dalam revisi tersebut adalah memasukkan infotainment ke dalam tayangan nonfaktual dengan konsekuensi tayangan akan melewati gunting lembaga sensor sebelum mengudara.

(ors/eny)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads