"Etika persnya (wartawan infotainment, red) harus ditata ulang," tegas Dede saat ditemui di Gedung Sate, Kota Bandung, Jalan Diponegoro, Kamis (15/7/2010).
Ia mengatakan, etika jurnalistik mutlak harus dimiliki wartawan infotainment. Bahkan, mereka juga harus memiliki kartu pers. "Kebanyakan mereka itu orang orang dari rumah produksi yang diajarkan sedikit cara mengoperasikan kamera dan bertanya. Tapi, mereka tidak diajarkan kursus jurnalistik," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ini masih sopan nih, jarak recorder dan kamera masih jauh dengan saya. Kalau wartawan infotainment, kadang kamera dan recorder sampai ke sini," tutur Dede sambil mengangkat tape recorder salah seorang wartawan media cetak ke arah mukanya.
Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) akan merevisi Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (SP3SPS). Salah satu yang diusulkan dalam revisi tersebut adalah memasukkan infotainment ke dalam tayangan nonfaktual dengan konsekuensi tayangan akan melewati gunting lembaga sensor sebelum mengudara.
(ors/eny)











































