Ini 10 Tongkrongan Nge-hits 2014

Hot Top Ten 2014

Ini 10 Tongkrongan Nge-hits 2014

- detikHot
Selasa, 23 Des 2014 14:59 WIB
Ini 10 Tongkrongan Nge-hits 2014
Jakarta - Bagi anak-anak muda, tongkrongan menjadi tempat yang terpenting. Selain sebagai ajang berkumpul tapi juga aspirasi kreativitas. Di tahun 2014, terdapat berbagai tempat tongkrongan di ibukota dan sekitarnya yang nge-hits.

Mulai dari kios kopi A Bunch of Coffee Dealers (ABCD) di Pasar Santa, Jakarta Selatan hingga kumpulnya anak muda kreatif Tangerang di Pasar Lama, Jalan Kisamaun, Tangerang.

Berikut 10 tempat tongkrongan nge-hits di 2014:

ABCD Coffee, Pasar Santa

Kios pop-up kopi di Pasar Santa, Jakarta Selatan ini salah satu yang menjadi trensetter di Pasar Santa. Terletak di lantai dua, pop-up ini biasanya buka di akhir pekan. Namun sebenarnya, para pemilik ABCD, Hendri Kurniawan dan Ven Handojo membukanya untuk sekolah barista.

Awalnya, tempat ini merupakan 'persembunyian' bagi Hendri untuk mengerjakan proyek-proyek pekerjaannya dengan tenang. Serta, sebagai lokasi latihan bagi barista-barista Tanah Air yang ingin belajar. Baru di pertengahan tahun ini, ABCD Coffee dibuka untuk masyarakat luas. Responsnya luar biasa. "Kami enggak menyangka yang datang bisa membludak seperti itu," katanya.

Padahal jadwal buka kios kopinya itu tak tentu. Di sana juga tidak ada fasilitas wifi, sofa yang nyaman, pendingin ruangan maupun toilet yang bersih. Di situlah, kata Hendri, berbagai segi keunikan dari ABCD Coffee. Tempat nge-hits ini pernah didatangi selebriti Tanah Air. Sebut saja seperti Yuni Shara, komedian Udjo hingga aktor senior Didi Petet.

Post Santa

Ini adalah salah satu tempat tongkrongan nge-hits yang ada di Pasar Santa. Jika berkunjung ke sini, terdapat tiga penjaga kios yang berpakaian ala anak Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Umum (SMU) akan menyapa dengan ramahnya. "Ini rak buku yang kami kuratori bersama. Biasanya buku-buku luar yang berkualitas tapi susah didapati di sini," ucap pendiri Post Santa Teddy Kusuma kepada detikHOT akhir pekan lalu.

Kemudian, Teddy akan menjelaskan rak yang berisi buku terbitan indie, Banana, Margin Kiri dan buku-buku bekas dengan harga murahnya.

Menurut Teddy, kiosnya pun mempunyai konsep sebagai gerai berukuran 4x2 meter dan bisa berganti sebagai ruang apa pun. Seperti menjadi kios garage sale untuk barang-barang traveling, pameran seni, tempat belajar, maupun kumpul para penulis ibukota.

Substore, Pasar Santa

Setiap bulannya, toko yang dijalani oleh pasangan muda Arya Anggadwipa dan Intan Anggita Pratiwi ini mengadakan sebuah Restock Party. Acara ini digelar rutin tiap kali stok barang-barang bekas dari Jepang sudah masuk ke tokonya.

"Kita sebulan sekali ada Restock Party. Setiap kali ada barang datang kami buat acara dan di sini aku ingin ajak teman-teman aku yang memang baru punya album atau rilisan, boleh dititipkan ke kita tanpa konsinyasi. Tapi mereka kaya harus perform dan mempromosikan ke pasar," jelas Intan kepada detikHOT saat ditemui di acara Music Market, di Cilandak Town Square beberapa waktu lalu.

Substore menjadi daya tarik tersendiri sebagai tempat berkumpulnya para pecinta vynl di Pasar Santa.

Pamumingsolam, Tangerang

Jika Jakarta mempunyai Pasar Santa sebagai tempat nongkrong yang nge-hits bagi muda-mudi urban, maka kini kota Tangerang juga memiliki tempat kumpul-kumpul yang ngetren di kalangan remaja hingga seniman urban.

Lokasinya berada di Jalan Kisamaun, Pasar Lama. Jalan ini merupakan salah satu pusat kuliner dan bersejarah bagi warga Tionghoa Tangerang. Hajatan besar-besaran ini disebut dengan 'Pamumingsolam' atau Pasar Muda Minggu Sore-Malam.

Berbagai lapak digelar untuk menjajakan barang dagangan yang mayoritas berasal dari industri kreatif dan karya seni. Seperti dari Baasman Syndicate, House of Horror, TheGaosGaos, HeyHello, Kopi X Darat, Lumintu, 'Cemprut', dan lain-lain. Tak hanya itu saja, pameran fotografi, seni patung hingga street art juga memeriahkan hajatan ke-100 tersebut. Pamumingsolam awalnya berasal dari kebiasaan beberapa anak muda yang suka nongkrong di Jalan Kisamaun.

Lorong Rupa, Kota Tua

Di salah satu sisi Museum Fatahillah, Kota Tua, Jakarta Barat, terdapat satu ruang untuk belajar bagi para seniman. Namanya, Lorong Rupa. Para pengunjung yang ingin belajar dan berkreasi di bidang seni, silakan belajar di sini.

Seniman di Lorong Rupa berjumlah sekitar 30 orang. Lorong Rupa pun terbagi menjadi lima bagian yaitu Lorong Sketsa, Lorong Siluet, Lorong Kriya, Lorong Warna dan Lorong Tattoo.

Space Gallery, Pasar Santa

Kios galeri seni yang baru dibuka akhir pekan lalu, terbuka bagi para seniman yang ingin memamerkan karyanya. Kios ini menjadi pertama dan satu-satunya di Pasar Santa. Pemiliknya adalah ARCOLABS Surya University. "Kami merespons ruang publik yang sedang ngetren dengan menyewa satu kios di lantai satu," ungkap kurator Evelyn Huang kepada detikHOT di Pasar Santa.

Penempatan kios yang bernama 'Space Gallery' ini adalah galeri pertama yang dimiliki ARCOLABS. Dengan dibukanya galeri ini, maka membuka kesempatan bagi para seniman dan kurator kontemporer yang bekerja dengan medium apa pun untuk berpameran di Space.

Taman Suropati

Di Taman Suropati terdapat sebuah komunitas yang menjadi para pecinta seni sebagai wadah tempat berkumpul. Namanya, Kota Seni. "Tapi tak hanya berlatih seni saja tapi secara sosial budaya kita juga mengedukasi masyarakat," kata Ketua Kota Seni Fanny Tsalasa kepada detikHOT Minggu pekan lalu.

Fanny, pria asal Magelang, Jawa Tengah ini juga mengatakan jika ilmu boleh mahal tapi pendidikan seni harus gratis. Awalnya, mereka sempat mengadakan iuran bertarif setiap kali ada pertemuan. Tapi, kata Fanny, ia mengubah kebijakan tersebut.

"Ini kan komunitas, jadinya enggak boleh ada yang bertarif. Semuanya gratis. Lalu sekarang kami pakai celengan bergambar Spiderman, siapa pun boleh nyumbang seikhlasnya," kata Fanny.

Museum Tato Matraman

Pendirinya adalah Refi Mascot yang juga adalah pendiri dari Galeri Jalanan Bau Tanah, Cikini. Museum Tato Matraman adalah tempat berkumpulnya para seniman tato tradisi di kawasan Matraman, Jakarta. Tak hanya itu saja, tapi Refi yang menyukai dunia fotografi juga memajang karyanya di Museum Tato, Matraman.

Dia.Lo.Gue. Artspace

Galeri seni Dia.Lo.Gue. Artspace yang berlokasi di Kemang, Jakarta Selatan itu bukan hanya sebagai kedai kopi dan tempat nongkrong saja. Tapi juga lokasi pameran bagi para seniman Tanah Air.

Gardu House

Gardu House sebagai ajang berkumpulnya seniman grafiti maupun street artist ibukota ini terletak di Jalan Veteran Raya, Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Setiap menjual berbagai kebutuhan grafiti.
Halaman 2 dari 11
(tia/tia)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads