Vakansi Yang Janggal dan Penyakit Lainnya
|
|
Dengan latar belakang Kota Yogyakarta, 'Vakansi yang Janggal dan Penyakit lainnya' juga berhasil eksis di 20 festival film internasional sejak kemunculannya tahun 2012. Salah satu yang paling baru adalah Vancouver International Film Festival dalam sesi Dragon and Tigers Competition yang mana merupakan eksisbi film terbesar se-Asia Pasific dan cukup diperhitungkan di dunia.
Selain itu tujuh festival film internasional lainnya yang menyeleksi film 'Vakansi yang Janggal' adalah Rio de Janeiro (Brasil), Busan (Korea Selatan), Mumbai (India), Hongkong Asian Film Festival (China), Stockholm (Swedia), Jogja Netpac Film Festival (Indonesia) dan Rotterdam (Belanda).
Belenggu
|
|
Sebelum ditayangkan di Udine, 'Belenggu' juga terpilih menjadi official selection di Brussels International Fantastic Film Festival 2013. Film yang dibintangi Abimana Aryasatya itu juga lolos seleksi untuk mengikuti kompetisi di Puchon International Fantastic Film Festival (Pifan) 2012 di Korea Selatan.
Far East Film Festival diselenggarakan sejak 1999 silam. Perhelatan itu diselenggarakan untuk memperkenalkan perfilman Asia kepada publik Eropa, dan pernah disebut sebagai 'Festival Paling Kaya di Eropa'.
Butuh waktu 8 tahun bagi sutradara Upi untuk merealisasikan impiannya membuat film thriller. Penantiannya pun seakan terbayar setelah melihat wajah-wajah puas dari penonton yang mengadiri premiere filmnya.
What They Don't Talk About Love When They Talk About Love
|
|
Film bercerita tentang seorang gadis tuna netra bernama Fitri (Ayushita) yang bertemu dengan seorang tuna rungu, Edo (Nicholas Saputra). Jika saja Fitri bisa melihat dan Edo bisa mendengar, mereka mungkin sudah saling jatuh cinta sejak lama. Ada juga cerita tentang Diana yang hanya mampu melihat dalam jarak dua sentimeter. Padahal, yang didambakan oleh Diana hanyalah momen pertama ia mendapatkan menstruasi yang tak kunjung datang.
Dari penggalan itu lah kemudian 'What They Don't Talk About Love When They Talk About Love' berhasil menjadi film Indonesia pertama yang ikut bersaing di Sundance Film Festival 2013.
Bahkan beragam festival kelas satu lainnya pun tak mau kalah bergantian memasukkan 'What They Don't Talk About Love When They Talk About Love' sebagai daftar film mereka, di antaranya, 'World Dramatc Competition 2013', Rotterdam Internasional Film Festival 2013, dan Goteborg Internasional Film Festival 2013.
Tak hanya dari segi alur cerita dan gambar, departemen penataan musik juga mendapatkan penghargaan tertingginya. Yaitu, mendapatkan gelar 'Best Music' dari Asia Pasicif Film Festival yang digelar tanggal 15 Desember kemarin.
Jalanan
|
|
Film arahan Daniel Viz itu menceritakan keseharian Boni, Titi dan Ho, yang sehari-harinya mengamen di bis kota. Film ini menggambarkan dari dekat perjuangan mereka di belantara beton Jakarta, dengan gaya yang βnyelenehβ dalam menyikapi tantangan hidup, dan di saat yang sama memperlihatkan wajah ibukota yang garang, tapi sekaligus jenaka dan apa adanya.
'Jalanan' pertama kali di Indonesia di Ubud Writers & Readers Festival, di layar tancap di halaman Museum Antonio Blanco, Bali. Selain itu, 'Jalanan' dijadwalkan tayang di bioskop-bioskop di Indonesia pada awal 2014.
Sang Martir
|
|
Film garapan Helfi Kardit Rangga (Adipati Dolken), mahasiswa usia 20 tahun tinggal sejak kecil di panti asuhan bersama adiknya Sarah (Ghina Salsabila). Panti asuhan yang Islami ini milik Haji Rachman (Jamal Mirdad) dan istrinya Hajjah Rosna (Henidar Amroe) yang tidak punya keturunan, dan menjadi orang tua bagi anak-anak Panti Suatu hari, Lili (Widy Vierra) gadis usia 17 tahun diperkosa oleh Jerink (Edo Borne) seorang preman wilayah Panti yang dikuasai oleh Rambo (Tio Pakusadewo), kakak Jerink.
Atambua 39 Derajat Celcius
|
|
Rectoverso
|
|
Penghargaan membanggakan lainnya adalah saat Festival De Cannes 2013 dimana 'Rectoverso' mendapat Market Prestige Screening untuk seleksi film screening.
Rectoverso adalah sebuah film omnibus bernuansa cinta yang dirilis pada 14 Februari 2013. Film ini merupakan adaptasi dari album musik karya Dewi "Dee" Lestari berjudul sama yang dirilis pada tahun 2008.
Cinta Tapi Beda
|
|
Film yang penggarapannya dibantu Hanung Bramantyo itu mendapat penghargaan 'Asean Spirit Award' oleh AIFFA 2013.
Cita-Citaku Setinggi Tanah
|
|
Film karya Eugene Panji itu bercerita tentang seorang anak kelas 4 SD di Muntilan bernama Agus (Syihab Imam Muttaqin) yang diberi tugas mengarang dengan tema cita-cita. Ketika teman-temannya memiliki cita-cita tinggi, mulai dari menjadi tentara hingga artis, tidak demikian halnya dengan Agus yang hanya bercita-cita ingin makan di restoran Padang.
Something In the Way
|
|
Kebingungan itu kemudian membuat sutradara Teddy Soeriaatmadja mendapatkan kesempatan untuk memutarnya filmnya di Berlin Internasional Film Festival 2013 dalam program Panorama. 'Something In the Way' juga diputar Jogja Netpac Asia Film Festival.
Halaman 2 dari 11











































