10 Seniman Muda Indonesia Paling Bersinar

Hot Top Ten 2013

10 Seniman Muda Indonesia Paling Bersinar

- detikHot
Senin, 30 Des 2013 15:40 WIB
10 Seniman Muda Indonesia Paling Bersinar
Jakarta -

Natasha Gabriella Tontey

Lulusan Desain Komunikasi Visual di Universitas Pelita Harapan ini tengah ikut berpartisipasi pada beberapa pameran kolektif yang digelar di Jakarta. Seperti pameran 'Pelicin' di Jakarta Biennale, 'Begadang Neng?' dan masih banyak lagi. Dalam perjalanan karyanya bisa dibilang ia sangat suka bereksperiman dengan kisah masa kecil.

Tak heran, lelehan boneka plastik, potongan bagian boneka, uang-uangan, mainan plastik seringkali menjadi bagian dari instalasi karya seninya. "Saya mencoba membawa seni dengan hal-hal yang paling dekat dengan saya, misalnya masa kecil saya," ujarnya kepada detikHOT. Apa lagi yang akan dieksplorasi oleh Natasha pada 2014?

Andi RHARHARHA

Andi RHARHARHA adalah salah satu seniman yang gemar mengeksplorasi dunia seni jalanan. Alasannya agar karyanya bisa langsung berhadapan dengan publik. Ia memilih lakban sebagai media pada karyanya.

Jebolan seni rupa Institut Kesenian Jakarta ini juga aktif untuk melakukan kampanye sosial lewat seni yang ia geluti. Tahun 2013 ini, ia mengikuti beberapa pameran bersama komunitasnya, Indonesian Street Art Database (ISAD).

"Ini adalah gagasan tentang kreatifitas sosial yang dikembangkan di ruang-ruang kota. Street art sebenarnya punya strateginya sendiri, dia sebagai kontrol sosial, juga sebagai counter-culture," jelasnya. "Street art punya peran penting untuk mengkritik."

The Popo

Popo, yang memiliki nama asli Ryan ini bisa dibilang sebagai seniman jalanan yang muralnya cukup tersebar menghiasi wajah Jakarta. Tahun ini, ia juga menjadi salah satu seniman yang dipilih untuk berkarya di jalanan dalam rangakaian Jakarta Biennale 2013. Selasa (30/7/2013) via emailnya. Ryan mulai menggunakan nama dan ikon karakter Popo sejak tahun 2000.

Sosok Popo juga sudah dipamerkan di manca negara. Mulai dari Berlin Street Art, Berlin dan acara Nite Festival, di Singapore Art Museum. Seniman jalanan ini juga mengaku terinspirasi dari karya Banksy. Menurut Popo, seni jalanan berakar dari kehidupan sosial manusia sendiri. "Dimana ada kehidupan si kaya dan si miskin, si pintar dan si bodoh, si baik dan si jahat, si salah dan si benar," jelasnya.

Saleh Husein

Seniman dan musisi dengan nama lengkap Saleh bin Husein bin Saleh bin Ali Mahfud ikut berpartisipasi dalam perhelatan Jakarta Biennale 2013. Pada acara tersebut Saleh mempresentasikan karya berjudul 'Arabian Party'.

Ilustrasi yang ia buat terpecah-pecah pada banyak sekitar 100 frame ini, merupakan hasil pencariannya mengenai identitas Arab dan aktivitas politik dari warga keturunan Arab sepanjang 1930 hingga 1940 di Indonesia.

Julia Sarisetiati

Seniman yang akrab dipanggil Sari turut memampang karyanya di perhelatan Jakarta Biennale 2013. Pada dasarnya ia merasa prihatin akan corak kehidupan ibukota yang kian melanggar nalar.

Ia mengumpulkan empat mahasiswa ilmu sosial untuk berdiskusi tentang kehidupan sekitar. Direkam dan tayangan dipampang dalam pameran di Jakarta Biennale. Disini ia coba menawarkan seni sebagai jalan keluar warga dari mekanisme yang terjadi. Ia menuliskan bahwa lewat seni, warga bisa kembali menghayati kehidupan.

Mahardika Yudha

Meski masih terbilang muda, tahun ini, Mahardika Yudha diberi kepercayaan untuk menjadi direktur OK Video Festival. Pria kelahiran tahun 1981 ini juga merupakan koordinator riset dan pengembangan di Forum Lenteng.

Saat Siangapore Biennale 2013 digelar, Mahardika Yudha juga turut serta. Ia membawa karya berjudul The Face of the Black River. Sebuah video berdurasi 12:53 menit.

Monica Hapsari

Seperti tahun-tahun sebelumnya, 2013 ini Monica Hapsari masih aktif mengikuti beberapa pameran kolektif. Salah satu pameran yang ia ikuti adalah Begadang Neng dan Pameran Seni Rupa Seks: Vol 3.

Ia adalah lulusan Kriya Tekstil di Institut Teknologi Bandung. Kini ia berprofesi sebagai ilustrator, pengarah gaya, pengajar di LaSalle College dan penulis lepas di berbagai majalah mode nasional dan internasional.

Bujangan Urban

Rizki Aditya Nugroho atau dikenal dengan nama alias Bujangan Urban ini merupakan salah satu seniman jalanan lulusan Desain Komunikasi Visual di Interstudi. Tahun ini ia terpilih jadi salah satu seniman yang melakukan residensi di Galeri Nasional Indonesia.

Selain itu, Bujangan Urban juga turut menyemarakan Jakarta Biennale 2013 dengan karya grafitinya di tembok depan Wisma BNI 46.

Faisal Habibi

Pematung asal Institut Teknologi Bandung (ITB) ini baru saja memenangkan Kompetisi Trimata yang diadakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf)-Komunitas Salihara awal bulan ini.Β 

Ia berhasil mendapatkan juara pertama dengan total hadiah Rp 50 juta. Serta beasiswa residensi seni patung di Berlin, Jerman selama satu bulan.

Karyanya yang berjudul 'Masyarakat Diam' dinilai oleh para dewan juru berhasil membuat patung yang berada di luar mainstream, bahkan melampaui batas konvensi para pematung lainnya.

Yustiansyah Lesmana

Ia adalah seorang Sutradara Teater Gantha Universitas Nasional. Tahun ini di Festival Teater Jakarta (FTJ) November lalu, namanya mendapatkan penghargaan kategori sutradara terbaik dengan lakon adaptasi berjudul 'Kapai-Kapai' karya Arifin C.Noer.

Yustiansyah bersama grup Teater Ghanta asal Universitas Nasional memborong enam kategori lainnya di perhelatan FTJ yang ke-41. Kini, namanya pun diperhitungkan sebagai salah satu sutradara muda berbakat. Tahun lalu, ia pun membuat garapan berjudul 'Jakarta Karikatur.


Halaman 2 dari 11
(ass/utw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads