Film Dian Sastro Dikritik Organisasi Hindu

Film Dian Sastro Dikritik Organisasi Hindu

- detikHot
Selasa, 02 Sep 2008 17:46 WIB
Jakarta - 'Drupadi', film yang diproduseri Dian Sastro, belum diputar secara umum. Namun film itu sudah menuai kritik dari organisasi Hindu. 'Drupadi' dianggap mencederai sejumlah ajaran suci umat Hindu.

Adalah World Hindu Youth Organization (WHYO) yang menyatakan kalau film yang juga dibintangi oleh Nicholas Saputra itu tidak sesuai dengan ajaran-ajaran yang
terdapat di kitab suci Weda. Sebelumnya organisasi tersebut juga pernah mengkritik film ' Sinta Obong Opera Jawa', karya Garin Nugroho.

Melalui Presiden WHYO, I Gusti Ngurah Arya Vedakarna, dalam jumpa pers yang digelar di Komalas Cafe, gedung Sarinah, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa
(2/9/2008), menyatakan bahwa 'Drupadi' telah melanggar sejumlah ajaran Hindu, di antaranya:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Dalam film 'Drupadi' disebutkan kalau Mahabarata adalah sebagai sebuah kisah klasik. Padahal dalam kepercayaan Hindu, kitab suci Mahabarata adalah satu
bagian kumpulan dari kitab suci Weda. Mahabarata adalah sebuah kisah nyata yang pernah terjadi 5000 tahun silam di negeri Barata.

2. Dalam film tersebut disebutkan bahwa peran Dewi Drupadi telah memanusiakan dirinya. Padahal dalam kitab suci Mahabarata Dewi Drupadi adalah putri Dewa
Agni, yang berasal dari api.

3. Dalam film tersebut diceritakan bahwa Dewi Drupadi hanya bersuamikan Arjuna. Padahal dalam kitab suci Weda Dewi Drupadi adalah istri dari Panca Pandawa,
yakni Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula dan sadewa.

4. Dalam film tersebut diceritakan kalau Dewi Drupadi melakukan Poliandri, padahal figur Dewi Drupadi adalah figur yang suci dan setara dengan dewa.

5. Dalam film tersebut diceritakan kalau Drupadi menikahi Panca Pandawa karena takdir, kami (WHYO) tidak setuju kalau itu disebut takdir, karena dalam kitab
suci kami tidak ada kata-kata itu, melainkan hukum karma.

6. Kami (WHYO) meminta seharusnya sebelum film tersebut diproduksi atau diputar, ada konsultasi terlebih dahulu dengan Parisada Hindu Dharma Indonesia.

Menurut Arya Veda, keberatan dan kritik dari pihaknya karena beredarnya sejumlah resensi film Drupadi yang telah beredar di internet. Namun Arya Veda tidak
memberikan sikap tegas apakah pihaknya meminta film itu dicekal atau tidak.

"Kami bukan menolak, justru kami mendukung, kami bangga di tengah mayoritas penduduk Islam, Indonesia masih menerapkan demokrasi dan mengangkat film yang
bermisikan kemanusiaan serta kesetaraan gender," ujarnya. (fjr/fjr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads