ADVERTISEMENT

Spotlight

Biru Kelana, Perjalanan Della Dartyan Bangkit dari Titik Terendah Hidup

Tia Agnes - detikHot
Selasa, 25 Jan 2022 13:00 WIB
Jakarta -

Nama Della Dartyan mencuat usai berperan sebagai Arini Chaniago dalam film Love for Sale. Kariernya di bidang akting pun melesat sampai dinominasikan hingga memenangkan kategori pendatang baru terbaik dalam Indonesian Movie Actors Awards.

Sebelum bermain film, Della Dartyan mengaku mengalami titik terendah dalam hidupnya. Dia merasa terpuruk usai putus cinta sampai kondisi kesehatan ayahnya yang kolaps di 2016.

Pertemuan Della Dartyan berada di alam pegunungan hingga laut membuat proses healing atau penyembuhan dirinya berhasil. Satu per satu, apa yang dicita-citakan dan langka meraih masa depan itu diraihnya.

Della Dartyan pun menulis sebuah jurnal perjalanan tentang proses healing sepanjang 2016 sampai 2017. Cerita itu tertuang dalam buku berjudul Biru Kelana yang diterbitkan oleh GagasMedia.

"Ini bukan (buku) tentang biografi ya. Tapi lebih sharing perjalananku tentang bagaimana aku bisa proses healing, di tahun 2016 atau 2017 orang pasti punya pengalaman dan titik terendah dalam hidup. Itu terjadi sama aku, semua hal yang terjadi dalam diriku tuh hancur," ungkap Della ketika menyambangi kantor detikcom, belum lama ini.

Titik terendah itu, diakuinya, membuat segala mimpi menjadi hancur dan gelap seketika. Dia tidak tahu ingin menjadi apa di masa depan.

Della DartyanDella Dartyan saat menyambangi kantor detikcom, belum lama ini. Foto: Muhammad Ridho

Suatu hari, ia menonton pertunjukan Teater Koma dan terkejut dengan akting para pemain. Kekasih Nino Kayam itu pun ikut sekolah teater dan bergabung dengan Teater Peko.

"Yang ngajak naek gunung dan ketemu alam ya bersama teman-teman Teater Peko. Itu ke Gunung Merbabu dan aku ceritakan di dalam buku," lanjutnya.

Saat hiking, Della baru merasakan banyak cara untuk menyembuhkan luka di dalam dirinya. Saat itu, ketika bersinggungan dengan alam, dia merasakan adalah penyembuhan terbaik.

"Biru Kelana itu menceritakan gimana prose healing aku, bahwa luka yang tadinya terbuka lebar lama-lama jadi sembuh karena proses yang aku lakukan untuk diri aku sendiri. Dengan alam juga, aku bisa menemukan jati diri sendiri, aku suka banget dengan alam. Ada hal-hal magical, ketika aku pertama kalinya menyentuh puncak Gunung Merbabu, aku nggak bisa lupa yah," kata perempuan yang menyukai buku-buku Pramoedya Ananta Toer tersebut.

(Baca perjalanan dan proses kreatif buku Biru Kelana yang ditulis Della Dartyan di halaman berikutnya)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT