detikHot

spotlight

Nia Dinata, Soal Perempuan dan 'Gossip Girl Indonesia'

Minggu, 10 Mei 2020 14:37 WIB Devy Octaviany - detikHot
Sutradara Ini Kisah Tiga Dara Foto: Ismail/detikHOT
Jakarta -

Sebagai salah satu sutradara perempuan Tanah Air, Nia Dinata dikenal lewat filmnya, 'Arisan' hingga 'Berbagi Suami'. Selanjutnya kariernya bergulir di sejumlah film lain lewat kiprahnya sebagai produser.

Sebagai sutradara, Nia Dinata tak jarang menyelipkan pesan dan menyuarakan isu tentang perempuan di dalamnya. Dalam 'Berbagi Suami' misalnya, Nia secara halus mengangkat isu tentang perempuan dan kisah satir di balik poligami.

Belakangan, perempuan yang akrab disapa Teh Nia ini berada di balik serial populer Amerika Serikat yang diadaptasi ke Indonesia, 'Gossip Girl Indonesia'. Serial ini diungkapkan Nia Dinata juga tak hanya sekadar kisah tentang kehidupan para remaja ibukota.

Meski mengangkat tema tentang remaja, Nia pun menyelipkan ciri khasnya selama ini sebagai sutradara yang menyuarakan sosok perempuan dalam cerita. Kegelisahan kaum hawa itu ditampilkannya dalam beberapa episode dari 9 episode serial yang tayang di Goplay ini.


Salah satunya ditampilkan di sosok karakter yang diperankan Atiqah Hasiholan. Memerankan seorang ibu yang punya dua anak remaja, Atiqah diceritakan mengasingkan diri ke Yogyakarta untuk belajar melukis.

"Aku bikin bahwa tokoh yang diperankan Atiqah ini bilang kalau, 'Mas ini this is my time, aku sudah ngurusin anak-anak dari kecil, sekarang saatnya aku belajar'. Nah kayak gitu-gitu aku masukin, karena banyak orang tua punya keinginan yang terpendam. Misalnya istri kepengin bisa sekolah lagi dan sebagainya," urainya.

Selain itu, ia juga bicara soal tindakan tak senonoh yang kerap dialami perempuan. Dalam serial ini, ia menampilkan sosok remaja yang berani bersuara lantaran dirinya sempat jadi korban pelecehan.

"Jadi waktu di 2007 serial originalnya itu tidak membahas bagaimana karakter seorang anak umur 15 tahun itu dilecehkan, dia coba untuk dicium-cium sama karakter namanya Chuck Bass, itu nggak dibahas. Di situ si Jenny cuma sedih terus ngadu ke kakaknya, sudah. Si Serena juga cuma gitu-gitu saja waktu nyelametin Jenny. Itu belum era 'Me Too' ya. Itu kita nulis skrip, aku sama Lucky, eh ini nggak bisa ini sudah era MeToo'" kenang Nia.


Ia pun menampilkan bagaimana remaja perempuan ini kemudian membalas dendam pada karakter cowok tersebut. Ini menjadi hal yang berbeda dari 'Gossip Girl' versi AS.

"Secara prinsip, sisi feminisme yang dibawa ke serial ini 100 persen. Sejak awal produksi, hal seperti kesetaraan sudah diutarakan. Bahwa ayo kita saling respect, semua orang sama mau itu laki-laki atau perempuan," ungkap Nia Dinata lagi.

Goplay sudah menayangkan 9 episode awal 'Gossip Girl Indonesia' musim pertama. Dalam waktu dekat, musim kedua serial ini segera dirilis.




Simak Video "74 Napi Perempuan di Bolangi Dinyatakan Sembuh dari Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(doc/mau)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com