'Star Wars': dari Kritik Perang Vietnam hingga Opera Keluarga Skywalker

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Minggu, 22 Des 2019 19:16 WIB
2.

'Star Wars' Kuat dengan Sisi Drama

Star Wars: dari Kritik Perang Vietnam hingga Opera Keluarga Skywalker
Foto: Star Wars The Rise of Skywalker (imdb.)

Tiga episode dalam trilogi itu menggambarkan perang saudara antara Leia, Han Solo dan Luke Skywalker melawan Darth Vader atau Anakin Skywalker yang sebenarnya adalah ayah dari Luke dan Leia.

Barulah pada 1999, 'Star Wars Episode I: The Phantom Menace' dirilis sebagai pembuka dari trilogi prekuel 'Star Wars'.

Dalam trilogi keduanya, masa lalu Anakin Skywalker terungkap. Dikisahkan bagaimana Anakin Skywalker awalnya menjalani pelatihan sebagai jedi hingga akhirnya terjatuh ke sisi gelap (dark side).

Meski berkisah tentang peperangan dan ditulis sebagai kritik, namun 'Star Wars' juga kuat dengan sisi drama. Cerita 'Star Wars' juga tidak ubahnya merupakan drama keluarga Skywalker.



'Star Wars' juga bisa dibaca sebagai kritik dari konsepsi keluarga kandung. Bagaimana hubungan darah tidak selalu menentukan siapa diri kita.

Misalnya Anakin Skywalker atau Darth Vader yang justru merupakan ayah dari Luke (ksatria jedi) dan Leia (pemimpin pemberontakan) yang berperang melawan dirinya.

Setelah waralaba 'Star Wars' dibeli oleh Disney, kisah opera sabun keluarga Skywalker dilanjutkan lewat trilogi ketiga yang dibuka oleh 'Star Wars VII: The Force Awakens'.

Dalam film itu, Han Solo mati terbunuh oleh Kylo Ren yang jati diri aslinya adalah Ben Solo, anak dari Han Solo dan Leia.

Akan tetapi Kylo Ren justru berada di sisi gelap (dark side) dan menjadi pemimpin First Order.

Hal itu juga disampaikan dengan kental dalam film terbarunya, 'Star Wars Episode IX: The Rise of Skywalker'. Pada ceritanya, rahasia mengenai asal usul Rey terungkap.

(srs/tia)