DetikHot

spotlight

'I, Tonya', Rekam Jejak Atlet Berbakat hingga Terjerat Kasus Kriminal

Kamis, 11 Jan 2018 12:45 WIB  ·   Devy Octafiani - detikHOT
I, Tonya, Rekam Jejak Atlet Berbakat hingga Terjerat Kasus Kriminal Foto: (imdb)
Jakarta -

'I, Tonya' menjadi salah satu film yang tercatat dalam sejumlah ajang penghargaan tahun ini. Film ini merekam kisah Tonya Harding, seorang atlet yang pernah menjadi kebanggaan AS lewat bakatnya di bidang ice skating.

Yang menarik dari cerita Tonya adalah pasang surut yang dialami sepanjang hidupnya. Publik terutama rakyat AS mengenal Tonya Harding bukan dari sisi prestasinya.

Tonya dianggap penuh kontroversi sejak ia dinyatakan terbukti melakukan tindakan kriminal pada pesaingnya di olahraga ice skating. Pada atlet bernama, Nancy Kerrigan, ia dinyatakan bersalah terlibat dalam persengkongkolan untuk mencelakakan Kerrigan sehingga sang rival tak bisa ikut bertanding.

Sederetan hukuman kemudian ia terima. Tonya harus melalui masa percobaan hingga membayar sejumlah denda karena kasus tersebut.

Namun, yang terberat adalah ketika dirinya tak diperbolehkan lagi masuk dalam asosiasi Ice Skating di AS untuk selama-lamanya. Kasus hukum itu telah lewat lebih dari dua dekade.

Akan tetapi, tak sedikit yang hingga kini melihat Tonya masih bersalah.

'I, Tonya', Rekam Jejak Atlet Berbakat hingga Terjerat Kasus KriminalFoto: Jim Mone/Associated Press (top); Neon (bottom)



"Aku merasakan semuanya. Orang-orang tak hanya menerorku dengan meletakkan bangkai tikus di pintu rumahku, tapi mereka meletakkannya di semua tempat di mana aku tinggal," ujarnya.

Kepada New York Times, Tonya mengungkapkan cibiran juga kerap ia terima kala dirinya berada di tempat umum.

"Pernah ada seorang pria di lampu merah melihatku lantas memperagakan gestur seperti seseorang melakukan oral seks," imbuhnya lagi.

'I, Tonya' menjadi film yang telah direncanakan oleh sutradara Craig Gillespie sejak ia melihat dokumenternya berjudul 'The Price of Gold'. Sutradara asal Australia itu sengaja mencari tahu sendiri sosok Tonya Harding setelah menyaksikan dokumenter tersebut.

Pertemuan itu menghasilkan wawancara berdurasi enam jam yang kemudian ia kembangkan ceritanya menjadi film ini.

"Aku menyukai kontradiksi yang muncul setelah aku melakukan interview dengannya secara langsung. Ini akan membuat penonton ikut berpartisipasi, dan aku antusias untuk itu," ujar Gillespie seperti dikutip Indiewire.

Sementara, Tonya sendiri memang menganggap selama ini ia kerap keliru dimengerti. Terlebih dengan pandangan publik yang dinilainya kerap menghakimi.

"Media adalah hal utama yang membuatku juga tersiksa," tukas Tonya kini usianya menginjak 47 tahun.


(doc/tia)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed