Andy Serkis kembali pada karakter kera bernama Caesar dalam 'War For the Planet of The Apes'. Bagian ketiga reboot 'Planet of The Apes' ini Andy memadukan kemampuan aktingnya dengan teknologi digital yang menjadi delapan puluh persen faktor cerita film ini akhirnya terwujud.
'War For the Planet of the Apes' menjadi ujung dari kisah Caesar. Namun dari bagian keduanya dalam 'Dawn of the Planet of The Apes', Serkis membawa karakter Caesar yang dewasa dan semakin berevolusi.
Penggemar mungkin sudah mengetahui bagaimana eksistensi Caesar yang selama ini berdiri di antara dua dunia. Caesar adalah kera namun ia datang dari dunia manusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari dua cerita sebelumnya, Andy Serkis menyebut seri ini lebih besar sekaligus epik. Sebuah skala besar untuk cerita tentang sosok kera hasil eksperimen laboratorium yang gamang.
Diambil dengan kamera yang lebih canggih, Serkis mencoba membawa karakter Caesar sampai pada para penonton filmnya kelak.
"Enaknya menggunakan teknik seperti ini adalah, kita tak bisa mengulang-ngulang adegan. Jadi sekalinya kita melakukan pengambilan adegan, itulah yang kita ambil," tuturnya lagi.
Di luar teknologi yang digunakan, palet yang dibuat Matt Reeves sang sutradara juga menjadi acuan dalam pembuatan filmnya. Adegan yang diambil oleh sinematografer Michael Seresin juga menjadi keunggulan yang diyakini Serkis akan membuat film ini lebih kelam dari sebelumnya.
Seresin sempat berada di balik pengambilan gambar bagian kedua film ini dalam 'Dawn of the Planet of The Apes'.











































