"Entah kenapa, gue suka aja melihat film-filmnya Barry Prima. Jackie Chan juga, ya film-film martial art jadi salah satu inspirasilah buat gue jadi sutradara," ujar Ardy saat berbincang dengan detikHOT belum lama ini.
Langkahnya untuk menjadi sutradara semakin mantap dengan mengambil kuliah film di New Zealand. Bagi Ardy, tak banyak pertimbangan baginya untuk kukuh ingin menjadi sutradara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Waktu kecil gue pernah lihat syuting film di deket rumah. Nah, di situ gue lihat sutradara kayaknya seru. Dia kayak punya beban yang lebih tapi seru gitu dan semua orang tuh nurut sama dia," tuturnya lagi.
'Stip & Pensil' menjadi film ketiga karya Ardy Octaviand. Setelah 'Coklat Stroberi', ia juga menggarap 'Tiga.Dara' yang dibintangi Adipati Dolken.
Masih ada sederetan ide di kepala yang ingin digarap oleh Ardy. Film seperti apa?
"Yang jelas isunya masih sosial. Kayak, gue sering lihat orang ngambil sesuatu yang bukan haknya. Contohnya ada tuh, apartemen yang dibangun khusus buat masyarakat kurang mampu malah ditempatin sama mereka yang mampu. Miris sih menurut gue," pungkasnya.
(doc/doc)











































