Bagaimana cerita inspirasi berkarya Iwe Ramadhan?
Iwe Ramadhan menceritakan awalnya dia ingin menciptakan karya dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang ada di Pantai Trisik. "Tapi ternyata sudah nggak aktif lagi. Karena nelayan sudah nggak menjaring ikan lagi," tutur Iwe Ramadhan di sela-sela pembukaan, akhir pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akhirnya setelah dipikir-pikir saya angkat tentang memori kevakuman. Saya ke penambak udang dan disaranin ke kepala dusun, diajak ke kepala paguyuban. Dicarilah barang-barang itu (find object) yang sekarang masuk dalam karya seni instalasi saya," tutur Iwe Ramadhan.
Baca juga: Iwe Ramadhan, Seniman Muda Peraih 'Go Ahead Challenge 2016'
Selama dua bulan Iwe Ramadhan melakukan riset mendalam. Riset tersebut yang dinilainya berbeda dari penelitian bagi karya-karya sebelumnya. "Yang sekarang saya merasa lebih mendalam, nggak hanya dari Google."
Dalam karya seni instalasi 'Nautical Oddisey 2', Iwe Ramadhan tidak hanya menampilkan find object yang didapatnya dari kawasan Kulon Progo. Tapi dia juga menggambarkan peta daerah pesisir. Benda-benda itu pun diolah Iwe Ramadhan melalui sistem sambung-tempel sehingga membentuk narasi baru.
Simak artikel berikutnya tentang pengalaman residensi Iwe Ramadhan di Belanda! (tia/doc)











































