Dewi Irawan menjadi salah satu pemeran utama di film 'Tabula Rasa'. Dengan tema yang mengangkat kuliner Minang, Dewi merasa bangga bisa terlibat di dalamnya untuk membawa cerita ke layar lebar.
"Saya termasuk pemilih dalam peran, dan kerja dengan siapa. Kalau saya sudah memilih berarti film itu punya sesuatu yang spesial untuk ditonton sama NKRI. Kebetulan saya ada sedikit darah Minang dan saya bangga memainkan karakter ini," ujar pemeran Mak Uwo, si pemilik warung masakan Padang.
Menurut Dewi, 'Tabula Rasa' adalah film dengan tema besar yang disampaikan dengan format sederhana. Hanya ada empat karakter utama yang banyak berinteraksi di dapur dan warung makan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya kuliner Barat dan Timur yang dipadukan dalam 'Tabula Rasa', musik yang akan mengisi film juga perpaduan dari dua budaya yang berbeda. Musik untuk film ini memasukkan unsur klasik yang dipadukan dengan kontemporer.
Irama khas dari triton, tifa, talempong, saluang, bansi, serunai dipadukan bersama melodi dari biola, cello, guitarlele, akordion serta sebuah grand piano yang berumur lebih dari 50 tahun.
Versi digital original soundtrack dari Tabula Rasa berisikan 24 track akan dirilis pada 23 September mendatang. Nantinya soundtrack ini tidak hanya akan dirilis dalam bentuk CD, namun juga dalam versi piringan hitam (vinyl).
Film ketiga dari LifeLike Pictures yang disutradarai Adriyanto Dewo dan diproduseri oleh Sheila Timothy akan mulai tayang di bioskop pada 25 September 2014. Berangkat dari tagline "makanan adalah iktikad baik untuk bertemuβ, film ini menyuguhkan pelajaran berharga tentang hidup.
(ich/mmu)











































