Kemenkeu: Hollywood Lakukan Monopoli Terselubung di RI

Kemenkeu: Hollywood Lakukan Monopoli Terselubung di RI

- detikHot
Rabu, 06 Jul 2011 15:32 WIB
Kemenkeu: Hollywood Lakukan Monopoli Terselubung di RI
Jakarta - Kementerian Keuangan tak suka dengan praktik monopoli terselubung impor film Hollywood di Indonesia. Padahal di negara-negara lain, produsen film Hollywood tidak melakukan monopoli.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (6/7/2011).

"Di negara lain tidak monopoli, tapi di Indonesia sayangnya melakukan monopoli terselubung," jelas Bambang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan, pihak Kemenkeu tidak akan terpengaruh dengan pernyataan Menteri Budaya dan Pariwisata Jero Wacik yang tidak peduli dengan praktik monopoli di industri film. Menurut Jero yang penting adalah film Hollywood kembali masuk lagi.

"Soal bea masuk (film) kita yang tentukan. Kemenbudpar apa urusannya sama bea masuk dan pajak?" kata Bambang.

Dalam kesempatan tersebut, Bambang menyatakan Kemenkeu sudah memberlakukan tarif baru impor film yang sudah berlaku sejak 16 Juni dengan tarif spesifik. Saat ini tarif bea masuk film adalah Rp 21.450 per menit.

"Tarif ini sama untuk semua ilm. Mau dia film kacangan atau film blockbuster semua sama," jelasnya.

Bambang menyatakan, pihak Kemenkeu akan melakukan pembicaraan dengan perusahaan-perusahaan film di Hollywood agar menghentikan praktik monopoli terselubung. Jalur diplomatik juga akan ditempuh untuk menyelesaikan masalah tersebut tanpa melibatkan Kementerian Luar Negeri.

"Yang jelas begini salah satu hal penting adalah munculnya indikasi perusahaan-perusahaan Hollywood memberikan atau mensupport monopoli yang dilakukan negara lain. Padahal di sana monopoli sangat-sangat anti dan tidak diizinkan," katanya.

Sebelumnya, Menbudpar Jero Wacik mendukung Omega Film sebagai importir film baru meski muncul dugaan mereka merupakan menjadi bagian Grup 21cineplex yang merupakan kelompok importir lama.

Jero meminta seluruh elemen masyarakat, termasuk elit dan pejabat mendukung masuknya film impor dari Hollywood. Pasalnya Indonesia kini kekurangan pasokan film, khususnya film-film Hollywood.

Jero meminta seluruh elemen masyarakat, termasuk elit dan pejabat mendukung masuknya film impor Hollywood. Pasalnya Indonesia kini kekurangan pasokan film, khususnya film-film Hollywood.



(dnl/ich)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads