DetikHot

spotlight

Heri Pemad, Sosok di Balik Sukses Pameran Seni Terbesar se-Asia Tenggara

Rabu, 08 Jun 2016 13:37 WIB  ·   Tia Agnes - detikHOT
Heri Pemad, Sosok di Balik Sukses Pameran Seni Terbesar se-Asia Tenggara Foto: agnes/detikhot
Yogyakarta - Lebih dari 20.000 pengunjung memadati halaman Jogja National Museum saat pembukaan Mandiri ART|JOG|9 pada 27 Mei lalu. ART|JOG yang kini disponsori utama oleh Bank Mandiri tak hanya menjadi sebuah pameran seni yang memajang karya seniman Tanah Air dan mancanegara, tapi juga trendsetter bagi perkembangan seni rupa kontemporer di Asia.

Siapakah sosok di balik suksesnya Mandiri ART|JOG yang ke-9 kalinya digelar di Yogyakarta? Dia adalah Heri Pemad, Pendiri sekaligus Direktur Artistik gelaran ART|JOG.

Perjalanannya membangun pameran terbesar di Asia Tenggara itu bukan sekadar membalikkan telapak tangan. Dengan susah payah, Heri membangun sejarah panjang ART|JOG yang dimulainya sembilan tahun lalu. Kepada detikHOT, ditemui di Jogja National Museum, Heri menceritakan mengenai pengalamannya tersebut.

"Saya sendiri seorang seniman dan bergerak di ranah seni rupa. Tahun 2007 saya sudah punya pikiran tentang art fair-nya seniman Yogya karena apa? Karena saya merasa yang dikenal hanya itu-itu saja, infrastruktur seniman kok kurang, jumlah galeri segitu-gitu saja, dukungan pemerintah sampai sekarang juga terbatas sekali," katanya, belum lama ini.

Lantas, Heri pun memiliki strategi untuk memperluas jaringan dan wawasannya. Dia menjadi seorang kurir undangan untuk pameran, tujuannya dapat mengobrol bareng seniman serta mendapatkan pengetahuan.

"Kegelisahan saya dan usaha saya melahirkan ide dan pemikiran. Waktu itu juga belum terbersit Heri Pemad Art Management karena baru kepikiran di tahun 2000, dengan usah rintisan saya," kenangnya.

Hal remeh temeh sampai urusan administrasi diurusi pria yang mengenyam pendidikan di ISI Yogyakarta tersebut. Ketika mantab mendirikan Jogja Art Fair di Taman Budaya Yogyakarta, ia mengajak seluruh seniman yang percaya terhadapnya. Ada ratusan seniman yang mau berpartisipasi. "Kuncinya cuma yang percaya monggo ikut, kalau nggak yowis," ujarnya.

Saat itu di tahun 2008 Jogja Art Fair menjadi rangkaian pameran seni dari Festival Kesenian Yogyakarta XX. Setahun kemudian, Jogja Art Fair pisah dari FKY dan di tahun 2010 mengubah nama menjadi Art Jog yang kini tiap tahunnya rutin diselenggarakan oleh Heri Pemad Management.

Lebih jauh lagi tentang sosok di balik suksesnya pameran seni terbesar di Asia Tenggara ini, simak terus artikel berikutnya di Spotlight hari ini!


(tia/mmu)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed